Perselisihan Angkutan Umum Dan Online Berakhir Setelah Disepakati Titik Penjemputan Penumpang

0
511
Foto : Perundingan antara driver Angkutan umum dan online Ponorogo

DERAP.ID | Ponorogo – Berakhir damai perselisihan antara driver angkutan umum dan online setelah dipakati titik penjemputan penumpang dari terminal Seloaji Ponorogo radius 500 meter dari titik keluar terminal.

Kesepakatan itu dibuat lantaran selama ini masih terjadi gesekan antar kedua belah pihak baik angkutan umum maupun online sehingga terjadi perang mulut bahkan intimidasi kepada driver online yang dilakukan oleh angkutan umum khususnya angkodes. Mereka berdalih, lahan mereka diserobot oleh angkutan online. Jum’at (24/05/19)

Dengan disepakati titik zona penjemputan empat penjuru dari pintu keluar terminal, kedepan tidak ada lagi aksi saling gontok-gontokan. Kesepkatan ini dibuat di ruang rapat Dinas Perhubungan Ponorogo, disaksikan para pejabat dari Dinas Perhubungan, Terminal Seloaji, Danpom dan Binmas Polres Ponorogo.

“Alhamdulillah, sudah ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Untuk penjemputan sisi selatan di depan agen bus Lorena, utara di area Hotmik semen, barat di simpang tiga cakruk Jalan Cempaka dan bagian timur berada di dekat musholla.
Intinya radius 500 meter dari pintu keluar terminal. “ujar Budi, ketua paguyupan online ponorogo.

Bukan hanya itu, dalam kesepakatan yang disaksikan para pejabat dari Dinas Perhubungan, Binmas Polres Ponorogo, Danpom, dan kepala terminal seloaji type A Ponorogo juga mengharuskan pihak Dinas Perhubungan untuk memasang rambu pengambilan penumpang online.

“Kesepakatan ini dibuat melalui diskusi panjang. Agar berjalan baik maka juga harus ada sanksi bagi angkutan online yang melanggar. Yaitu sanksi denda 50 ribu. Kalau ambil penumpang kurang dari radius yang sudah disepakati bersama. “imbuhnya.

Sementara Opik dari pihak angkutan umum mengaku lega karena telah ada kesepakatan bersama soal titik batas penjemputan penumpang dari terminal. Dirinya berharap, para angkutan online bisa menaati sehingga tidak terjadi lagi keributan antara angkutan umum dan online.

Hal serupa diungkapkan Gurid, dari Dinas Perhubungan bahwa kesepakatan telah dibuat dan bahkan tertulis dan semua perwakilan baik dari kedua kubu dan para pejabat juga tanda tangan. Dirinya mohon kepada kedua belah pihak setelah adanya kesepakatan bersama bisa dijalankan dengan baik dan dirinya janji akan segera memasang rambu sesuai titik-titik yang disepakati bersama.

“Kita sudah siapkan rambu. Setelah pertemuan ini saya berharap tidak ada lagi pertemuan berikutnya. Jadi semua bisa menghargai keputusan bersama yang telah kita buat bersama. “pintanya. (wakit)