Siap Menggelorakan Semangat Pengabdian Tabah Sampai Akhir Prajurit Hiu Kencana

DERAP.ID|| Surabaya,- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-64 Satuan Kapal Selam, TNI Angkatan Laut melaksanakan Upacara Peringatan dan sekaligus Penyematan Brevet Kehormatan Hiu Kencana yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr Opsla, yang dilaksanakan di dermaga Ujung Madura, Koarmada II, Surabaya. Turut hadir mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali,S.E,M.M.M,Tr,Opsla,
yakni para Pejabat Utama Mabesal, para Pimpinan Kotama TNI AL yang salah satunya adalah Panglima Komando Lintas Laut Militer Laksda TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H.

Julukan Hiu Kencana adalah sebutan untuk Satuan Kapal Selam yang merupakan bagian dari TNI AL dan berada di bawah Komando Armada II dengan motto “Wira Ananta Rudira” yang bermakna Tabah Sampai Akhir. Brevet Hiu Kencana merupakan simbol pengakuan terhadap profesionalisme prajurit kapal selam dalam taktik serta teknik peperangan di bawah permukaan laut.

Dalam kesempatan tersebut, pejabat yang menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana antara lain Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Heru Kusmanto, Danpushidrosal Laksdya TNI Nurhidayat, Dankodiklatal Letjen TNI (Mar) Suhartono , Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Erwin S. Aldedharma, Wagub Lemhannas Laksda TNI Maman Firmansyah, Pangkoarmada I Laksda TNI Achmad Wibisono, Pangkoarmada II Laksda TNI Yayan Sofiyan dan Pangkoarmada III Laksda TNI Rachmad Jayadi.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali,S.E,M.M.M,Tr,Opsla,
dalam sambutannya menyampaikan bahwa dapat diketahui bersama bahwa kapal selam merupakan alutsista yang kehadirannya memberikan dampak politis dan efek penangkal bagi pihak lain. Namun dibalik itu semua, prajurit kapal selam dalam menjalankan misinya, selalu berhadapan dengan resiko musuh, cuaca maupun kegagalan fungsi kapal selam itu sendiri. Keberanian, dedikasi dan kesetiaan dalam menghadapi kondisi inilah yang patut untuk dihargai dan diakui.

“Prajurit Hiu Kencana harus selalu siap untuk melaksanakan tugas operasi mandiri hingga memasuki wilayah pertahanan musuh yang terdalam. Penugasan seperti ini memerlukan fisik yang tangguh, kecerdasan yang prima serta ketabahan emosional yang tinggi. Ksatria laut dalam merupakan prajurit terpilih yang senantiasa menggelorakan semangat pengabdian Tabah Sampai Akhir. Setiap perjalanan di kegelapan laut dalam adalah bukti komitmen tak tergoyahkan prajurit Hiu Kencana dalam menjaga masa depan bangsa”, ujar Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali,S.E,M.M.M,Tr,Opsla.(@budi_rht DERAP.ID)