TNI Angkatan Laut Lantamal IV Batam Menggagalkan Upaya Pengiriman 17 Orang Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal Di Perairan Batam Untuk Menuju Ke Malaysia

TNI Angkatan Laut Menggagalkan Upaya Pengiriman 17 Orang Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal Di Perairan Batam

DERAP.ID|| Batam,- TNI Angkatan Laut menggagalkan upaya pengiriman 17 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal di Perairan Batam untuk menuju ke Malaysia.

“Tim ‘Fleet One Quick Responses’ (F1QR) Lantamal IV Batam akhirnya menggagalkan untuk pengiriman 17 orang calon PMI dengan tidak Non Prosedural ke Negara Malaysia di Perairan Batam, Pada Malam,” ujar Danlantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani Menurut keterangan yang diterima di Batam Kepulauan Riau, Hari Minggu.

TNI AL selain juga menyelamatkan 17 orang Korban Calon PMI Ilegal, pihaknya juga mengamankan Tiga Orang yang diduga sebagai pengurus pemberangkatan Calon PMI Ilegal.

Lantamal IV Batam , Untuk Upaya pengiriman Calon PMI Ilegal tersebut berhasil digagalkan di perairan Batam dari beberapa dua lokasi untuk keberangkatannya  yang berbeda yaitu di Tiban, Kecamatan Sekupang dan Batam Center, Kecamatan Batam Kota.

“Kedua duanya untuk ditangkap pada waktu yang berbeda dan tempat yang berbeda tapi di hari yang sama,” Ujarnya.

Sementara untuk rombongan PMI yang pertama di Tiban, Sebanyak 9 (Sembilan) orang untuk diamankan di Perairan Pulau Bokor. Dari Keterangan ke sembilan orang korban tertangkap tersebut, Petugas TNI AL Lantamal IV Batam, Berhasil menangkap dua orang yang diduga Bertindak sebagai Pelaku Kegiatan Ilegal.

“Sementara yang diamankan Oleh TNI AL Lantamal IV Batam, yaitu 8 (Delapan) orang Calon PMI Ilegal dan satu orang yang diduga Sebagai Pelaku Utama Penyelundupan Calon PMI, Yang ditangkap di Perairan Batam Center di atas Kapal Pancung saat Hendak Berangkat menuju Negara Malaysia,” Ujarnya.

Untuk Sementara Penjelasannya ,Calon PMI Ilegal ini datang dari Beberapa Daerah, di antaranya dari Aceh, Batam, Solo, Sumenep, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pada saat untuk dimintai keterangan, Oleh TNI AL Lantamal IV, beberapa Calon PMI Ilegal ini menyebutkan akan dibawa di daerah Batam untuk Menuju ke Malaysia dengan Biaya upah Rp 6 sampai Rp12 juta,” ucapnya.

Untuk selanjutnya Dari TNI AL Lantamal IV Batam, Ke 17 orang Calon PMI dan Pengurusnya Nanti direncanakan akan diserahkan ke Instansi yang Berwenang Melalui BP2MI Batam.(@budi_rht DERAP.ID)