Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla.Menghadiri Undangan Menjadi Narasumber Di Fisip UI Depok

DERAP.ID|| DEPOK,- Pangkogabwilhan I
Laksdya TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla. menghadiri undangan Menjadi Narasumber di Fisip UI Depok,Dinamika baik klaim wilayah, intrusi kapal asing hingga adanya aksi provokasi di wilayah kedaulatan
Indonesia kerap kali terjadi.

Oleh karena itu, kuliah umum ini menghadirkan narasumber.Pangkogabwilhan I Laksdya TNI, Muhammad Ali, S.E., M.M.,
M.Tr.Opsla.Dalam sambutannya Dekan
FISIP UI, Prof. Dr. Semiarto Aji Purwanto juga
mengatakan, Bahwa Indonesia mempunyai
posisi geografis yang strategis yang diapit
oleh Samudera Pasifik dan Samudera
India.Posisi startegis tersebut sekaligus
menjadi rentan kalau kita tidak bisa
memanfaatkan posisi tersebut dan juga
bisa menjadi ancaman karena sumber
daya alam di Negara Republik Indonesia yang melimpah bukan hanya ancaman statis tapi juga dinamis seperti ideologi dan ancaman
cyber.

Laksdya TNI Muhammad Ali, S.E.,
M.M., M.Tr.Opsla. (Pangkogabwilhan I)
mengatakan bahwa ada tiga dinamika
perkembangan dalam lingkungan
strategi yaitu dari segi global, regional
dan nasional. Dalam segi global sedang
terjadinya perang Rusia dan Ukraina,
perang senjata biologis di masa depan, dari segi regional konflik di Laut Cina
Selatan, klaim batas ZEE RI dan Vietman,
lalu dari dalam negeri teroris, ideologi,
separatisme dan degradasi nilai-nilai luhur
bangsa.

Spektrum ancaman wilayah di Negara Republik Indonesia salah satunya, batas ZEE di Negara Republik Indonesia dan Vietnam, hingga saat ini antar kedua Negara belum memiliki perjanjian batas ZEE, akibatnya nelayan Vietnam bisa menangkap ikan di wilayah tumpang tindih dan akan dianggap sebagaipenangkapan secara illegal oleh otoritas Negara Republik Indonesia demikian pula sebaliknya.

Spektrum ancaman wilayah di Negara Republik Indonesia salah satunya, batas ZEE Indonesia dan Vietnam, hingga saat ini antar kedua Negara belum memiliki perjanjian batas ZEE, akibatnya nelayan Vietnam bisa
menangkap ikan di wilayah tumpang
tindih dan akan dianggap sebagai
penangkapan secara illegal oleh otoritas Negara Republik Indonesia demikian pula sebaliknya.(@budi_rht DERAP ID)