Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Melanjutkan Kunjungan Kerja Ke Batam Disambut Pangkogabwilhan I

0
31

DERAP.ID|| Batam,- Presiden Joko Widodo pada hari yang sama melanjutkan kunjungan kerjanya ke Batam, Kepulauan Riau. Disambut oleh Pangkogabwilhan l Laksamana Madya TNI Muhammad Ali, S.E,M,M,Tr Opsla

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dan turut juga Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Muhammad Ali, S.E,M,M,Tr Opsla mendampingi Presiden Joko Widodo di dua lokasi tersebut.

Bertempat di Pantai Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya di salah satu kampung Sungai Besar Kawasan hutan lindung Tanjung Sinembah KPHL unit II Batam, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga kembali melakukan penanaman mangrove bersama sama  masyarakat sekitar. Lokasinya merupakan salah satu kegiatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Penanaman Mangrove (PKPM) di Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2021.

Pantai Setokok saat penanaman sedang turun hujan gerimis. Namun, Presiden Joko Widodo tidak ragu untuk langsung turun dan menceburkan diri di laut, untuk melakukan penanaman bersama masyarakat. Presiden Joko Widodo pada kesempatan ini menyampaikan bahwa, Indonesia memiliki kawasan hutan mangrove dengan seluas 3,36 juta hektar atau kurang lebih 20 persen dari total hutan mangrove yang ada di dunia ini. 
“Kita memiliki sebuah kekuatan dalam potensi hutan mangrove. Tetapi, yang paling penting bagaimana untuk memelihara, dan juga merawatnya, supaya merehabilitasi yang rusak, sehingga memang betul-betul hutan mangrove kita ini semuanya terjaga,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo untuk menegaskan bahwa menjaga hutan mangrove ini, selain untuk memperbaiki ekosistem di pesisir pantai, dan juga dapat untuk mengurangi abrasi dari air laut. Yang sangat paling penting supaya habitat di sekitar mangrove juga bisa terjaga dengan baik. Sebenarnya, hutan mangrove itu sangat mengurangi emisi karbon yang ada, apabila dibandingkan dengan hutan-hutan tropis di darat. 
“Negara yang memiliki hutan mangrove salah satu yang terluas di dunia, kita wajib untuk memelihara. Karena apa pun, ini adalah kekuatan Indonesia,” tegas Presiden Joko Widodo. Sementara itu, Menteri Siti menerangkan bahwa Kawasan hutan mangrove sangat mampu untuk menyimpan karbon sinks sebanyak 4 atau 5 kali lebih banyak daripada hutan tropis yang berada di daratan, terutama kandungan dalam tanahnya. 
“Dengan dalam rangka mendukung percepatan NDC (Nationally Determined Contribution) mangrove memberika supaya kontribusinya  besar dalam penyerapan emisi karbon, komitmen Indonesia pada perjanjian Paris Agreement,” tutur Menteri Siti.
Kegiatan PEN PKPM di daerah Provinsi Kepulauan Riau dilaksanakan sejak pada  tahun 2020 seluas ± 743 hektar. Jadi kegiatan ini juga melibatkan 38 kelompok tani supaya menyerap tenaga kerja 51.460 perhari Orang Kerja dan juga  menanam 2.698.500 benih propagul. Sedangkan pada kegiatan PEN PKPM tahun 2021, dilaksanakan penanaman mangrove dengan total luas 2.700 hektar, yang melibatkan 107 kelompok tani dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 173.983. dan penanaman 8.319.400 benih propagule dan bibit.

Penanaman mangrove di lokasi Kampung Sungai besar, Kelurahan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam seluas 15 Ha, bertujuan untuk mengendalikan abrasi pantai dan mendukung ekowisata pantai yang diharapkan berperan penting dalam mendukung kehidupan ekonomi masyarakat lokal. 
Selain itu, rehabilitasi mangrove melalui mekanisme penanaman bertujuan untuk memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19.
Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono Prawiraatmaja, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, dan Wali Kota Batam Muhammad Rudi.(@ Budi R Derap.id)