Kelangkaan Solar Di Wilayah Jawa Timur, Termasuk Surabaya, Mendapat Apresiasi Kalangan Pengusaha Truk

0
266

DERAP.ID || Surabaya  –  Kelangkaan Solar Di Wilayah Jawa Timur, Termasuk Surabaya, Mendapat Apresiasi Kalangan Pengusaha Truk, Salah Satunya Dewan Perwakilan Cabang Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (DPC Aptrindo) Kota Surabaya.

Bahkan, Asosiasi Pimpinan Putra Lingga Ini Tak Ingin Ikut-Ikutan Menghentikan Operasional, Apalagi Ribut Dengan Ancaman Mogok Beroperasi.
“Tidak ada dalam kamus kami untuk stop operasi. Kami hanya ingin bekerja. Itu rezeki nomplok bagi kami. Kalau ada yang ingin stop operasi, silakan saja,” ujar Lingga, sapaan akrab pengusaha truk ini.

Menurutnya, DPC Aptrindo Kota Surabaya lebih mengedepankan dialog dengan Pertamina untuk mencari solusi terbaik, daripada harus berbuat di luar bidang organisasi. Alasannya, tidak ingin terlibat dalam pusaran yang semakin memperkeruh keadaan, apalagi dengan ancaman mogok operasional.

“Karena kami ini pengusaha, bukan preman. Pengusaha itu cari solusi. Bedanya kami dengan asosiasi lain, tidak memilih cara dengan menekan. Tapi, lebih mengedepankan komunikasi dan dialog,” tegas Lingga berulang.

Menyoal kelangkaan solar ini, pihaknya justru mengapresiasi Pertamina yang terus menggelontor solar. Padahal, kuota jatah solar di Jatim sudah melebihi 10% hingga November 2019. “Sebenarnya, sampai dengan bulan ini sudah habis, tapi Pertamina masih memasok untuk kebutuhan bahan bakar teman-teman,” jelas Lingga ditemui usai Gathering Aptrindo 2019 bersama JIMCO Filtration Solutions di Surabaya, Jumat (15/11/2019).Dugaannya, kelangkaan solar jelang akhir tahun ini, dikarenakan adanya permainan mafia. Sebab, lanjut Lingga, tugas Pertamina selama ini bukan membatasi, melainkan mengendalikan agar kondisi distribusi bahan bakar, seperti solar ini tetap stabil.

“Di Sumatera saja ada solar harga preman. Itu karena ada yang bermain yang membuat kelangkaan solar. Biar itu domainnya polisi,” ingat Lingga.

Namun, ia meyakini, kelangkaan solar tersebut hanya terjadi sampai, 31 Desember 2019. Untuk itu, Lingga mengajak anggotanya agar bersabar dan tetap bersikap tidak ada masalah. “Karena, hari-hari ini Pertamina terus mengupayakan pasokan solar tetap terkendali,” ingatnya.

Menurut Lingga, Pertamina telah menggelontorkan sekitar 25% lagi pasokan solar di 8 titik stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Surabaya. Ia menyebut, kedelapannya ada di SPBU Jalan M. Nasir, Jalan Jakarta, Jalan Gresikan, Jalan Ikan Dorang, Jalan Podo Trisno, Jalan Osowilangun, dan Jalan Margomulyo.

“Itu yang kami inginkan. Karena lokasi-lokasi itu adalah jalur logistik, seperti Teluk Lamong dan Pelabuhan Tanjung Perak, termasuk Gresik. Pelabuhan itu merupakan jalur logistik ekspor dan import untuk pergerakan ekonomi,” cetusnya.(Budi R)