KSAL Laksamana Muhammad Ali SE,M,MM Tr.Opsla, Menyampaikan Tidak Semua Lantamal Akan Dijadikan “KODAMAR”

DERAP.ID|| Jakarta,-  Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali SE,M,MM Tr.Opsla, menyampaikan tidak semua Lantamal (Pangkalan utama TNI AL) akan dijadikan Kodamar (Komando daerah maritim). Dia menyebut, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk membentuk Kodamar.
“Masalahnya Kodamar persyaratannya yang mempunyai kemampuan 5R (Rebase, Replenishment, Repair, Rest and Recreation). Jadi dia mampu mendukung alutsista di wilayahnya,” Ujar KSAL Muhammad Ali SE,M,MM Tr.Opsla di Mabes TNI AL, Jakarta Timur.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Muhammad Ali SE, M,MM Tr.Opsla menuturkan Kodamar wajib memiliki kemampuan mempertahankan Pangkalan di Pantai. Nantinya Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan atau Yonmarhanlan akan berada di bawah Kodamar.
“Karena dia ada kemaritiman, dia juga memiliki kemampuan dalam mempertahankan pangkalan atau pertahanan pantai apabila ada ancaman yang berusaha menguasai pantai. Jadi dia ada Yonmarhanlan dan nanti Yonmarhanlan kita kembangkan jadi satuan pengamanan pangkalan, nanti juga kita siapkan rudal pantai,” ujarnya.
“Itu fungsi Kodamar. Dia bisa membina komponen pendukung yang ada di wilayahnya. Seperti ada dok kapal, fasilitas pengungsian, bahan bakar maupun pesawat udara, Dia ada landasan di kapal laut itu persyaratan untuk bisa jadi Kodamar,” lanjutnya.
Mantan Pangkogabwilhan I Muhammad Ali SE, M,MM Tr.Opsla itu menyampaikan pembentukan Kodamar tidak sama seperti Kodam di TNI Angkatan Darat. Dia mengatakan hanya Lantamal besar yang akan dikembangkan untuk menjadi Kodamar.
“Beda ya, pengembangan, mungkin di Kodam dengan berkembangnya Papua kan ada tambahan 4 provinsi, itu mungkin ada penambahan Kodam tiap provinsi. Kalau Lantamal besar saja yang kita kembangkan menjadi Kodamar. Jadi mungkin jumlahnya tetap sama dari 14 Lantamal yang ada sekarang ada yang beberapa menjadi Kodamar,” Tuturnya.
Sebelumnya, Laksamana TNI Yudo Margono saat menjabat sebagai KSAL mengusulkan perubahan pangkalan utama TNI AL (Lantamal) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi komando daerah maritim (Kodamar). Perubahan itu karena sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2009 tentang Struktur Organisasi TNI.
Laksamana TNI Yudo Margono juga pernah mengatakan perubahan Lantamal menjadi Kodamar akan berlaku di semua Lantamal. Dia menyebutkan salah satu alasan lainnya terkait perubahan Lantamal menjadi kodamar karena IKN berada di Tengah Daratan.
“Untuk IKN sendiri ini posisinya di tengah, tidak di pinggir laut seperti Tanjung Pinang, Surabaya, Jakarta, jadi di tengah sehingga satuan operasional kita nantinya, Lantamal ini kita usulkan jadi Komando Maritim,” jelas Laksamana  Yudo Margono, kepada Wartawan Media di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur,
Laksamana Yudo Margono, juga pernah mengatakan dengan adanya perubahan tersebut hanya untuk Nama saja, sedangkan tugas-tugas lain masih tetap sama. Dia menyebut nantinya Kodamar akan dipimpin oleh Panglima Komando Daerah Maritim (Pangkodamar) yang merupakan Perwira Tinggi TNI AL berpangkat Laksamana Muda.
“Semua Lantamal nantinya akan diubah jadi Kodamar. Jadi Kodamar nantinya akan membawahi pangkalan-pangkalan A, B, C. Ini hanya namanya saja Lantamal jadi Kodamar, nantinya  dipimpin Bintang Dua,” terang  Laksamana Yudo. Margono
Lebih lanjut, Laksamana Yudo Margono, mengatakan bahwa TNI AL juga berencana membuat dua kodamar di Wilayah Barat dan Wilayah Timur IKN Nusantara. Kodamar akan dibangun di Pontianak serta di Timur, yakni Tarakan dan Balikpapan.
“Kodamar juga memiliki Tugas Komando Tugas Gabungan Pertahanan Pantai (Kogasgabhantai), ini Nantinya yang kita Perkuat. Soalnya Wilayahnya sangat lebih banyak di barat, sehingga nantinya di Wilayah Barat Pangkodamar Pontianak, Kalau di Timur Pangkodamar Balikpapan dan juga Tarakan ini sudah mengitari,” papar Laksamana Yudo Margono.(@budi_rht DERAP.ID)