Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Membuka Latihan Bersama Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2022

0
42

DERAP.ID|| Sumatra Selatan,- Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membuka latihan bersama Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2022 dari Pusat Latihan Tempur di Baturaja, Sumatera Selatan.

“SGS 2022 merupakan ajang latihan bersama dengan skala yang cukup besar antara Indonesia dan negara-negara sahabat di kawasan Indo-Pasifik,” kata Andika.

Saat membuka kegiatan, Jenderal Andika didampingi Commanding General United States Army Pacific Command (USQPARC) Jenderal Charles A Flyn.

Pembukaan latihan ditandai dengan penyematan baret tanda peserta kepada perwakilan prajurit.

Latihan gabungan bersama Super Garuda Shield Tahun 2022 dilaksanakan pada 1-14 Agustus 2022 pada tiga lokasi berbeda, yakni Pusat Latihan Tempur di Baturaja, Pusat Latihan Tempur Marinir di Dabo Singkep, dan Pusat Latihan Tempur di Amborawang.

Sebanyak 13 negara berpartisipasi dalam latihan bersama itu, termasuk Indonesia. Negara yang terlibat yakni Amerika Serikat, Australia, Jepang, Malaysia, Singapura, Papua Nugini, Korea Selatan, India, Timor Leste, Kanada, Prancis, dan Inggris.

SGS 2022 adalah latihan bersama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) yang dirancang untuk memperkuat interoperabilitas, kemampuan, rasa saling percaya, dan kerja sama yang telah dibangun dari pengalaman bersama selama beberapa dekade serta menciptakan komunikasi antarpersonel negara peserta latihan dalam suatu operasi.

Amerika Serikat, Mayor Jenderal Stephen Smith. Pada ajang latihan multilateral militer Super Garuda Shield 2022 di mana TNI menjadi tuan rumah di Indonesia, dia bertindak sebagai direktur latihan delegasi militer Amerika Serikat.

Sebelumnya Komandan Divisi Ketujuh Angkatan Darat Amerika Serikat Mayor Jenderal Stephen Smith menegaskan bahwa latihan bersama militer negara-negara di kawasan Indo-Pasifik bersandi Super Garuda Shield Tahun 2022 akan dimulai pada Tanggal 1 Agustus nanti sebagai ajang sangat berharga bagi semua militer negara peserta untuk saling berlatih.

Smith  di dalam kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Jumat, mengatakan baru sekali ini menjalin kontak dengan kolega militer Indonesia, yaitu TNI, yang dia katakan memiliki profesionalitas yang baik.

Pada berbagai tingkat persiapan, tercatat delegasi militer Amerika Serikat, Inggris, Kanada, PNG, Timor Leste, Australia, Malaysia, Singapura, dan Jepang (untuk pertama kalinya turut), menjadi partisipan aktif.

Dalam Super Garuda Shield Tahun 2022 kali ini, Smith menjadi komandan delegasi militer Amerika Serikat, yang datang dengan arsenal dan sistem kesenjataan modern dari empat matra Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.

Super Garuda Shield di Tahun 2022, ini merupakan dinamika pengembangan dari latihan bilateral Negara Republik Indonesia- Negara Amerika Serikat, Garuda Shield, yang telah digelar ke- 16 kali. Sementara Kali ini, ada ribuan personel Angkatan Bersenjata Amerika Serikat mengambil bagian aktif ke dalam latihan gabungan empat matra.

Bagi Amerika Serikat, matra yang dimaksud adalah TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut,TNI Angkatan Udara, dan Korps Marinir. yang di Negara Republik Indonesia dan juga banyak negara lain, Korps Marinir bukanlah matra tersendiri melainkan bagian integral dari TNI Angkatan Laut.

Super Garuda Shield Tahun 2022 dilaksanakan pada saat lingkungan strategis dan lingkungan geopolitik dunia tengah memanas. Seperti di Eropa, juga Rusia menyerbu secara sepihak dan menyatakan perang kepada Ukraina, dan di Asia terjadi ekskalasi itupun masih pada taraf cukup terukur juga tataran diplomatik dan non militer tentang Laut China Selatan.

Smith yang membawahkan sekitar 12.000 personel infantri dan infantri mekanis di divisi yang berdiri sejak 1917 dengan markas besar di Washington itu, menyatakan, “Seperti yang saya katakan, latihan bersama ini bukan ancaman untuk siapa pun. Ini murni latihan antara militer dengan militer, bukan juga didasarkan pada rencana menghadapi siapa atau berdasarkan reaksi atas sesuatu, juga bukan untuk mengantisipasi sesuatu.”

Komandan satu dari 11 Divisi Infantri yang dimiliki Angkatan Darat Amerika Serikat ini berkata, “Ini benar-benar latihan untuk saling membangun dan saling kepercayaan.

Dengan Membangun kebersamaan, saling pemahaman, juga meningkatkan kapabilitas. Jadi, ini benar-benar merupakan latihan militer dan bukanlah ancaman untuk sesuatu atau dari pihak lain.”

“Latihan ini juga merupakan ajang saling berbagi nilai dengan mitra-mitra kami, Negara Republik Indonesia salah satunya,” ujarnya, yang telah berkali-kali diterjunkan dalam palagan internasional militer Amerika Serikat, di antaranya di Afghanistan, Irak, dan Suriah.

Penugasannya di Super Garuda Shield pada Tahun 2022 ini, “Saya merasa sangat terhormat untuk menjadi direktur latihan bagi delegasi militer Amerika Serikat pada Super Garuda Shield Pada Tahun 2022, yang merupakan latihan bersama antara Negara Indonesia dan Negara Amerika Serikat yang sangat penting, yang dibuka di Baturaja (Sumatera Selatan), Nanti saya akan berangkat ke sana besok bersama mitra-mitra Negara Indonesia kami.”

Garuda Shield bagi kami merupakan bagian dari peta jalan operasi dengan perjalanan waktu yang cukup panjang, ini yang sudah ke-16 kali, bilateral dan multilateral.

Di Tahun 2022 kali ini cukup sangat berbeda, ini dinamakan Super Garuda Shield yang sangat jauh lebih besar, dimana lingkupnya sangat diperbesar dan skalanya juga demikian. Di antaranya perencanaan operasi secara multinasional, saling bertukar kegiatan, saling meningkatkan kemampuan juga kemiliteran di negara kepulauan yang sangat besar ini.

Jadi ini kesempatan yang sangat baik bagi semua negara peserta. Militer 14 negara peserta yang semuanya ada di wilayah Komando Indo Pasifik Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, yang di Resmikan pada Tanggal 1 Agustus 2022 dan berakhir pada Tanggal 14 Agustus 2022 di beberapa tempat latihan di Negara Indonesia.

“Kita sangat mendukung untuk bisa meningkatkan kapasitas interoperabilitas, kemitraan dengan negara-negara mitra, meningkatkan kesiap-siagaan, kemampuan pengerahan pasukan, dan kemampuan untuk diterjunkan di Indo-Pasifik. Kami tidak bisa melakukan itu sendirian, harusnya melalui kemitraan internasional,” kata dia.(@Budi Rht DERAP.ID