0
124

DERAP.ID|| Surabaya,- Sidang perkara pidana yang digelar diruang Tirta Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, yang diketuai Majelis Hakim Gunawan Tri Budiono, melakukan gelar sidang meskipun anggota majelis hakimnya kurang.

Ketua Majelis Hakim Gunawan dalam memimpin jalannya sidang pada hari senin mengatakan, “Sidang dibuka untuk Umum, Ucapanya sambil mengetuk palu, Senin Kemarin (14/12).

Dimulainya gelar sidang itu, meskipun dalam sidang tersebut hakim anggotanya kurang, ini hanya mendengar dakwaan JPU saja, hakim tidak masuk ke ranah perkaranya dulu. Papar Hakim Gunawan.

Dimulainya sidang agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa Hasan Efendi dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, setelah hakim mengetuk Palu.

Ada salah satu Pegawai yang ada di Pengadilan Negeri Surabaya mengatakan tidak boleh dilakukan sidang kalau dalam sidang tersebut itu hakimnya kurang, “kalau kurang satu hakimnya gak boleh sidang untuk digelar, sementara menunggu hakim lengkap tiga orang, apapun alasannya. katanya. Selasa kemarin (15/12).

Martin Ginting Humas Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, “Di era bencana nasional Covid-19, telah terjadi beberapa pergeseran dalam hukum acara juga  dalam praktek yang sebelum covid tidak mungkin di laksanakan seperti sidang dengan jarak jauh oleh terdakwa maupun juga Penasehat hukumnya. Jelas Ginting.

Pengunjung sidang saja menurut Martin Ginting harus dibatasi hadir di ruang sidang supaya untuk memutus matarantai virus Corona 19, jadi untuk menunda persidangan telah di ijinkan oleh mahkamah agung dengan hakim tunggal saja.

Menurut saya sepanjang persidangannya tidak memeriksa saksi atau bukan membacakan putusan, dan tidak mengurangi hak-hak terhadapTerdakwa, jadi para pihak supaya untuk mengetahui jalannya persidangan atau juga untuk membela diri dan itupun harus disetujui oleh jaksa, pengacara atau para pihak yang berperkara, Jadi untuk alasan supaya meningkatkan pelayanan publik, dalam persidangan dapat tetap dilakukan walau dengan 2 orang hakim.

Jadi kita tegaskan, “Asal bukan untuk pemeriksaan perkara demi meningkatkan pelayanan publik.Menurut keterangan Martin Ginting.(@ Budi R)