Terdakwa Dwi Agus Wijaya Peras Pengendara Hingga Tunjukkan Kelamin Divonis 11 Bulan Penjara

0
102

DERAP.ID|| Surabaya,-  Terdakwa D. Agus Wijaya, 27 Tahun, pelaku pemerasan dan tindak asusila kepada seorang wanita dijatuhi hukuman selama 11 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis Kemarin  (10/12).

Dalam amar putusannya, terdakwa telah terbukti melanggar pasal 368 KUHP tentang pemerasan pada tanggal 24 Agustus 2020 lalu di Area Parkir Ranch Market, Jalan Yono Suwono Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Kota Surabaya.
“Mengadili menyatakan terdakwa Agus Dwi Wijaya, menjatuhkan hukuman selama 11 bulan penjara dan menyita barang buktinya dirampas untuk negara,” kata ketua majelis hakim M. Taufik Tatas Prihyantono di ruang Candra PN Surabaya.
Putusan ini lebih ringan satu bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dedy Arisandi yakni menuntut terdakwa dengan tuntutan 12 bulan penjara. Setelah mendengar putusan ini, warga Jalan Keputran Panjungan No 66, Surabaya tersebut memilih untuk terima. “Diterima yang mulia, terima kasih sudah diberi keringanan,” ucap terdakwa Agus.
Persidangan yang digelar melalui video call tersebut, Jaksa Dedy pun juga menerima putusan yang dibacakan oleh majelis hakim. “Diterima juga yang mulia,” ujar jaksa Dedy.
Diketahui sebelumnya terdakwa di laporkan oleh korbannya AN dan AD ketika mereka sepulang dari Ranch Market, di kawasan Wiyung. Saat hendak perjalanan pulang, di parkiran Ranch Market dihampiri terdakwa dan pintu mobilnya digedor oleh terdakwa. Terdakwa meminta uang dengan alasan untuk biaya sekolah anaknya.
Pada hari yang sama, terdakwa juga memeras KK saat mobil yang dikendarai perempuan tersebut berhenti di perempatan lampu lalulintas depan Royal Residence Jalan Raya Babatan. Terdakwa menggedor-gedor kaca mobilnya dan meminta uang dengan alasan yang sama. Dia mengancam jika tidak diberi akan mengeluarkan alat kelaminnya. KK yang ketakutan memberikan uang Rp 360 ribu.
Dua hari kemudian, terdakwa Agus kembali mengulangi perbuatannya kepada ANS yang berbelanja di supermarket yang sama. ANS yang sudah mengenal Agus kabur dengan mobilnya. Terdakwa Agus mengejar dengan sepeda motornya. Sesampainya di depan Rumah Sakit National Hospital, terdakwa mencegat mobil korban.
Korban ANS melaporkan kepada sekuriti Plaza Graha Family Yayak Yogi Saputro yang kemudian memantau gerak-gerik Agus. Terdakwa Agus akhirnya ditangkap setelah mengulangi perbuatannya kepada ANS. Dia diserahkan ke polisi.
Agus sudah memeras dengan mengancam menunjukkan alat kelaminnya kepada perempuan pengendara mobil sejak empat bulan sebelumnya. Dia beraksi di kawasan Jalan HR Muhammad, Mayjen Sungkono, Jalan Lidah Kulon, Jalan Kutai dan Jalan Raya Babatan. Dalam sehari dia bisa mendapatkan Rp 450 ribu. (@ Budi R )