Kesyahbandaran Utama (KSU) Tanjung Perak Surabaya, Capt. Sudiono Enggan Menjelaskan Detail Tergulingnya Kapal MV Mentari Crystal Di Dermaga Terminal Teluk Lamong

0
206

DERAP.ID|| Surabaya,- Tergulingnya kapal MV Mentari Crystal di dermaga Terminal Teluk Lamong (TTL) Surabaya, Minggu (15/11/2020) malam, hingga kini belum diketahui penyebabTergulingnya kapal MV Mentari Crystal di dermaga Terminal Teluk Lamong (TTL) Surabaya, Minggu (15/11/2020) malam, hingga kini belum diketahui penyebab pastinya. Namun, beragam dugaan selain kebocoran di lambung kapal, kapasitas angkut muatan yang melebihi rata-rata turut diduga menjadi penyebab terbaliknya kapal tujuan Kendari, Sulawesi Tenggara tersebut.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Tanjung Perak Surabaya, Capt. Sudiono enggan menjelaskan detail penyebab karamnya kapal cargo bernomor IMO 8879926 tersebut. Alasannya, ia ingin memastikan terlebih dahulu, kondisi keamanan pelayaran tetap terjaga, termasuk kelancaran arus logistik pasca terbaliknya kapal buatan tahun 1992 tersebut.

“Terkait penyebab kejadian, kami bersama KNKT akan menerjunkan tim untuk mengumpulkan data dan informasi penyebab kejadian,” jelas Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Tanjung Perak Surabaya, Capt. Sudiono saat jumpa pers di Terminal Teluk Lamong, Senin (16/11/2020).

Baca : Diduga Bocor, kapal MV Mentari Crystal Terguling di Teluk Lamong

Kapal general cargo pengangkut kontainer, MV Mentari Crystal terbalik di dermaga Terminal Teluk Lamong (TTL) Surabaya, Minggu (15/11/2020) malam.
Menurutnya, selain fokus pada kelancaran arus pelayaran, Kesyahbandaran Tanjung Perak juga memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan akibat insiden laut tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memasang Oil Boom untuk melokalisir dampak pencemaran di lokasi kejadian.

“Yang pasti, 18 ABK kapal bisa diselamatkan. Semoga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” harapnya.

Sementara, atas peristiwa tersebut, Anthony Sunardi S Perwakilan Pemilik Kapal MV Mentari Crystal mengatakan, bertanggung jawab penuh untuk melakukan proses evakuasi kapal secepatnya. “Agar tidak mengganggu proses operasional pelayanan di TTL,” katanya.

Seperti diberitakan, Kapal MV Mentari Crystal mengalami kecelakaan saat sandar di dermaga Terminal Teluk Lamong (TTL) Surabaya. Kapal bermuatan kontainer milik perusahaan pelayaran PT Mentari Lines Surabaya yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak itu terguling sekitar pukul, 21.45 Wib, Minggu (15/11/2020).

Sebelum akhirnya karam, kapal general cargo yang mengangkut tumpukan peti kemas tujuan Kendari, Sulawesi Tenggara itu terlihat miring. Tak pelak, muatan kontainer yang diangkut kapal nahas itu berhamburan dan satu demi satu jatuh ke laut.

Akibat peristiwa di malam hari itu, memancing banyak pertanyaan maupun dugaan, mulai kebocoran lambung, kelebihan muatan di luar kapasitas normal hingga kurangnya kesigapan petugas pemberi izin pemberangkatan kapal. “Itu SPB sudah keluar lho ya?” cetus sumber dekat mengingatkan. pastinya. Namun, beragam dugaan selain kebocoran di lambung kapal, kapasitas angkut muatan yang melebihi rata-rata turut diduga menjadi penyebab terbaliknya kapal tujuan Kendari, Sulawesi Tenggara tersebut.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Tanjung Perak Surabaya, Capt. Sudiono enggan menjelaskan detail penyebab karamnya kapal cargo bernomor IMO 8879926 tersebut. Alasannya, ia ingin memastikan terlebih dahulu, kondisi keamanan pelayaran tetap terjaga, termasuk kelancaran arus logistik pasca terbaliknya kapal buatan tahun 1992 tersebut.

“Terkait penyebab kejadian, kami bersama KNKT akan menerjunkan tim untuk mengumpulkan data dan informasi penyebab kejadian,” jelas Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Tanjung Perak Surabaya, Capt. Sudiono saat jumpa pers di Terminal Teluk Lamong, Senin (16/11/2020).

Kapal general cargo pengangkut kontainer, MV Mentari Crystal terbalik di dermaga Terminal Teluk Lamong (TTL) Surabaya, Minggu (15/11/2020) malam.
Menurutnya, selain fokus pada kelancaran arus pelayaran, Kesyahbandaran Tanjung Perak juga memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan akibat insiden laut tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memasang Oil Boom untuk melokalisir dampak pencemaran di lokasi kejadian.

“Yang pasti, 18 ABK kapal bisa diselamatkan. Semoga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” harapnya.

Sementara, atas peristiwa tersebut, Anthony Sunardi S Perwakilan Pemilik Kapal MV Mentari Crystal mengatakan, bertanggung jawab penuh untuk melakukan proses evakuasi kapal secepatnya. “Agar tidak mengganggu proses operasional pelayanan di TTL,” katanya.

Seperti diberitakan, Kapal MV Mentari Crystal mengalami kecelakaan saat sandar di dermaga Terminal Teluk Lamong (TTL) Surabaya. Kapal bermuatan kontainer milik perusahaan pelayaran PT Mentari Lines Surabaya yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak itu terguling sekitar pukul, 21.45 Wib, Minggu (15/11/2020).

Sebelum akhirnya karam, kapal general cargo yang mengangkut tumpukan peti kemas tujuan Kendari, Sulawesi Tenggara itu terlihat miring. Tak pelak, muatan kontainer yang diangkut kapal nahas itu berhamburan dan satu demi satu jatuh ke laut.

Akibat peristiwa di malam hari itu, memancing banyak pertanyaan maupun dugaan, mulai kebocoran lambung, kelebihan muatan di luar kapasitas normal hingga kurangnya kesigapan petugas pemberi izin pemberangkatan kapal. “Itu SPB sudah keluar lho ya?” cetus sumber dekat mengingatkan.(@ Budi R )