Reyni Oktafin Wantania Warga Barata Jaya XIII Disangkakan Menjual Obat Dan Kosmetik Tanpa Izin Edar

0
166

DERAP.ID|| Surabaya,-  Reyni Oktafin Wantania warga Barata Jaya XIII/9 Surabaya kembali di seret ke Pengadilan Negeri Surabaya. Perempuan 38 tahun ini lagi-lagi disangkakan menjual obat dan kosmetik tanpa izin edar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulfikar dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya mendakwa residivis tahun 2015 dengan kasus yang sama, yaitu dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan, diatur dalam Pasal 197 Juncto Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Saat persidangan, JPU Sulfikar menghadirkan saksi Widya salah satu pegawai terdakwa dan Lukas Bomantara Sagah Perwira Jati, selaku petugas PPNS BBPOM Kota Surabaya.

Menurut Widya, bahwa dulunya pernah berkerja di tempat terdakwa Taman Wage Regency Kav.14 Wage Taman Sidoarjo, sekitar tahun 2015. Kemudian dipanggil lagi untuk membantu mengurus baby pada tahun 2020. Dan untuk masalah yang dipersidangkan, baru satu bulanan (membatu menjual secara online obatan dan kosmetik).

“Saya sebagai assisten yang tugasnya menerima barang dan mengantar barang atas nama Bu Reyni. Biasnya pengiriman barang lewat JNE,” kata Widya.

Kepada Ketua Majelis Hakim Martin Ginting dan JPU, saksi Widya juga mengaku banyak pelanggannya. “Untuk customernya ada sekitar 50 sampai 100 orang. Saya tidak tau cuma packing barang dan menerima barang kiriman dari Surabaya, Lamongan dan Jakarta,” jelasnya.

Sementara, saksi Lukas Bomantara menyampaikan, mengetahui bahwa terdakwa menjual kosmetik tanpa izin edar karena saat itu dari petugas BBPOM Kota Surabaya bersama petugas PPNS Ditreskrimsus Polda Jatim mengeledah Rumah terdakwa di Taman Wage Regency 14 Sidoarjo dan di Barata Jaya XIII/9 Surabaya, ditemukan produk kosmetik dan obat-obatan tanpa ada izin edar.

Atas keterangan saksi Widya dan Lukas, terdakwa Reyni Oktafin Wantania tidak membatah. “Iya benar yang Mulia,” singkat terdakwa.

Untuk diketahui berdasarkan surat dakawaan , terdakwa Reyni Oktafin Wantania telah menjual obat-obatan, obat keras dan produk kecantikan yang dilakukan secara online, yaitu Tokopedia, Shoopee, Bukalapak dengan akun tokosuntika, sarmilasusanto.

Saat dilakukan pengeledahan oleh petugas ditemukan barang bukti berupa produk kosmetika dan obat-obatan berupa : Aqua Skin Veniscy Dual DNA Octa Strength Whitening 2 pcs, Aqua Skin Veniscy Dual DNA Octa Strength Whitening L-Ascorbic Acid 10 ml 1 pcs, Bella’s Bianco Ascorbic Acid 5000 mg 11 pcs, Bella’s Bianco Pure DNA & RNA 14 pcs, Bella’s Bianco Recombined Stemcell 700 mg 12 pcs, Bella’s Bianco Coenzyme Q10 CoQ10 3 pcs, Bioswiss Ultracell Aqua Skin Veniscy 2 pcs, Bioswiss Ultracell Aqua Skin Veniscy 2 ml 2 pcs, Bioswiss Ultracell Aqua Skin Veniscy multivitamin 14000 1 pcs, Dermaheal LL Lipoliytic Solution 5 ml 1 pcs, DHNP Vitamin C 20 ml 3 pcs, Esenseu White Ginseng Glutathione.

Terdakwa Reyni Oktafin Wantania sendiri tahun 2015, oleh Hakim Tungal Antonius Simbolon dijatuhkan pidana penjara waktu tertentu selama 4 Bulan dan pidana denda Rp 1 juta subsider kurungan 1 bulan.

Meski residivis, Reyni Oktafin Wantania terkesan istimewa karena selain tidak memakai rompi tahanan terdakwa juga bebas diluar dipenjara.(Budi R)