Home Hukum Kriminal Ketua Majelis Hakim I Ketut Menyatakan PT.Graha Indah Jaya Dalam Keadaan PKPU...

Ketua Majelis Hakim I Ketut Menyatakan PT.Graha Indah Jaya Dalam Keadaan PKPU Sementara Selama 45 Hari

0
283
DERAP.ID|| Surabaya,- Dalam Amar Putusan PKPU yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim I Ketut menyatakan PT.Graha Indah Jaya (GIJ) dalam Keadaan PKPU sementara selama 45 hari sejak putusan pada kamis 22 Oktober 2020 di Pengadilan Negeri Surabaya.

Tris Ari Sulistyawan penasehat hukum Paguyuban Pembelian Proyek Simpoa (P2S) mengatakan, Bahwa PT.GIJ sudah jatuh dalam PKPU sementara dalam 45 hari untuk mengajukan proposal penyelesaian terhadap kreditur yang mengajukan tagihan.

“Untuk itu PT GIJ segera mengajukan proposal yang realistis dimana tujuan PKPU adalah perdamaian, apabila proposal realistis maka kami sebagai kuasa yang mewakili kreditur akan menerima dan apabila bertele-tele serta tidak logis,Kami tidak akan setuju,” Kata Tria Ari Sulistyawan kepada media Online DERAPNASIONAL.COM  di Rumah Makan Cak Yu Jalan Dharmahusada Surabaya, Sabtu kemarin (31/10/2020).

Ia menambahkan agar para kreditur segera bergabung dengan P2S untuk melakukan penagihan kepada PT.GIJ karena dengan dikabulkan PKPU ada kepastian hukum dan apabila terjadi kepailitan maka para kreditur bisa mendapatkan haknya secara maksimal.

Sementara Yulia selaku Koordinator P2S menyeruhkan kepada seluruh kreditur P.T. Graha Indah Jaya untuk segera mengajukan tagihannya sebelum tanggal 4 November 2020. Oleh karena itu Paguyuban P2S membuka posko bagi para korban yang bersedia untuk dibantu dalam mengajukan tagihan kepada P.T. Graha Indah Jaya.

“Kami akan membuka posko selama dua hari di Jalan Kalijudan Taruna 4 No 41 Surabaya,” Katanya.

Untuk diketahui Paguyuban Pembeli Proyek Simpoa (P2S) sudah 3 tahun bergulir dan sudah melakukan berbagai upaya hukum dan salah satunya Permohonan PKPU Terhadap salah satu yang terafiliasi dengan Simpoa yaitu PT. Graha Indah Jaya Nomer 74/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Sby, Tertanggal 14 Agustus 2020. Adapun permohonan PKPU tersebut telah dikabulkan oleh Hakim Pengadilan Niaga Surabaya dengan amar putusan pada tanggal 22 Oktober 2020 sebagai berikut.

1. Mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari Pemohon PKPU tersebut,

2. Menetapkan Termohon (Debitor) PT. Graha Indah Jaya dalam keadaan PKPU Sementara selama 45 hari terhitung sejak tanggal putusan diucapkan,

3. Menunjuk Sdr. Pesta Partogi H. Sitorus, SH., MH., Hakim Niaga pada Pengadilan Niaga Surabaya sebagai Hakim Pengawas:

4. Mengangkat: Saudara ROBERTUS MANURUNG, S.H., M.H.,: Saudara MUHAMMAD FADHIL PUTRA RUSLI, S.H.: Saudara MUHAMMAD ARFA, S.H., sebagai Sebagai PENGURUS dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT. Graha Indah Jaya.

5. Menangguhkan biaya permohonan Penundaan Kewajiban pembayaran Utang (PKPU) ini sampai dengan Penundaan kewajiban pembayaran Utang (PKPU) dinyatakan selesai.

Sementara terpisah, salah satu Korban (Kreditur) Hendra menyapaikan bahwa ia sudah membeli salah satu Proyek Simpoa Aptermen New Mount Afatar di daerah Gunung Anyar Tambak seharga Rp 260 juta dan sudah lunas tapi belum serah terima.

“Ternyata hingga saat ini belum ada pembangunan sama sekali dan saya merasa dirugikan terkait pekara tersebut”, Keluhnya kepada Media Online DERAPNASIOANAL.COM.  (@Budi R)