Perlahan Namun Pasti, Kekuatan Dukungan Suara Yang Digalang Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Suramadu Untuk Pasangan Calon Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno

0
158

DERAP.ID|| Surabaya,-  Perlahan namun pasti, kekuatan dukungan suara yang digalang Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Suramadu untuk pasangan calon (paslon) Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (MA-Mujiaman) semakin membulat. Kini, 7 tokoh masyarakat Madura di Surabaya kompak mendukung kepemimpinan MA-Mujiaman sebagai Wali Kota/Wakil Wali Kota Surabaya 2020-2025.

Ketujuh tokoh yang mewakili wilayahnya masing-masing itu adalah, H. Samsul di Bulak Banteng, H. Holil Tambak Mayor, Wakib di Dinoyo Sekolahan, Manan Tambak Pring, H.M. Nintah di Mojo Karangmenjangan, H. Matlan Wonokromo, dan Ore di kawasan Gundih. Mereka sengaja merapat ke Posko Pemenangan LPM Suramadu di Tambak Dalam Baru Surabaya untuk bersama-sama memenangkan pasangan MAJU menjadi Wali Kota di Pilwali Surabaya.

“Kami all out mendukung LPM Suramadu untuk mengawal Pak Machfud Arifin menuju kursi Wali Kota Surabaya. Surabaya harus keluar dari ‘zona merah’,” kata mereka kompak didampingi Ketua LPM Suramadu, Haji Abdul Rohim, Senin (20/10/2020).

H.M. Nintah, seorang dari 7 tokoh Madura di Surabaya asal Mojo, Karangmenjangan Surabaya menjelaskan, Machfud Arifin yang menggandeng Mujiaman Sukirno sebagai wakilnya itu merupakan sosok yang bisa mengubah Surabaya menjadi lebih baik. Alasannya, MA, sapaan Cawali Surabaya tersebut sudah teruji memiliki pengalaman dalam memimpin.

“Ya, harapan kami, Pak Machfud Arifin bersama wakilnya Pak Mujiaman dapat memberikan kesempatan dan perhatian lebih kepada para pedagang kaki lima (PK5) yang selama ini terdiskriminasi,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan H. Samsul. Menurutnya, para PK5, saat ini kesusahan karena tempatnya berusaha untuk mengais rezeki selalu digusur dari lokasinya berjualan. Para PK5, lanjut Samsul, kerap juga memdapat perlakuan kurang menyenangkan dari petugas pengendali ketertiban. “Kami ingin Pak Machfud Ariifin memfasilitasi orang bawah, seperti PK5,” sambung Wakib, dari Dinoyo Sekolahan.

Sementara, Ore, tokoh Madura lainnya di Surabaya berharap, tradisi lama masyarakat Madura seperti Sandur dan Otok-otok dihidupkan kembali di Surabaya. Ketua Sandur se-Surabaya ini mengaku, kesenian asli Pulau Garam itu sulit berkembang luas di Surabaya karena kurangnya dukungan pemerintah setempat.

“Kami mendukung Pak Machfud Arifin. Semoga bersama Pak Machfud Arifin, kesenian Sandur dan tradisi Otok-otok bisa dihidupkan lagi,” harap Ore, warga Gundih Surabaya yang memiliki seribuan anggota di paguyubannya.

Harapan lainnya juga diutarakan Manan. Warga Tambak Pring ini meminta, pondok pesantren di Surabaya yang ditutup agar dibuka kembali. Ia ingin, kelak Wali Kota Surabaya yang didukungnya memberi perhatian keberadaan pondok pesantren.

“Kami memfasilitasi uneg-uneg dan keluhan warga Madura di Surabaya, bahwa dukungan mereka kepada Pak Machfud Arifin dan Pak Mujiaman Sukirno sangat berarti,” tambah Haji Abdul Rohim.

Dijelaskan, harapan dan keinginan para tokoh Madura di Surabaya itu adalah lumrah dan wajar sebagai warga yang berharap perubahan kepada pemimpinnya. Ia menilai, para tokoh yang hadir di LPM Suramadu tersebut permintaannya tidak berlebihan dan menekan kepada Machfud Arifin-Mujiaman. “Mereka butuh perhatian,” kata Abah Rohim, panggilan keseharian Ketua LPM Suramadu ini.

Dalam kesempatan tersebut, Haji Rohim kembali menegaskan, pilihan LPM Suramadu mengawal Machfud Arifin dan pasangannya Mujiaman Sukirno adalah figure pemimpin masa depan yang memiliki segudang pengalaman. Ia mengingatkan, agar masyarakat tidak salah memilih pemimpin seperti membeli kucing dalam karung.

“Pilihlah pemimpin sesuai kapabilitas dan kemampuan serta berpengalaman. Nomor 2 pilihannya,” tutur Abah Rohim.

Tak lupa Haji Rohim juga menegaskan, kinerja Tim Suramadu untuk menyukseskan MA-Mujiaman di Pilwali Surabaya 2020 tidak setengah-setengah. Dikatakan, LPM Suramadu tetap menggunakan setrategj penggalangan suara pemilih melalui mekanisme door to door.

“Sistem yang digerakkan relawan kami sangat masif dan terus bergerak langsung turba (turun ke bawah, red) dengan door to door hingga ke RT/RW. Karena jjauh lebih mengena untuk mengenalkan sosok Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno sebagai pemimpin Surabaya masa depan,” tandasnya.(@Budi R)