Terdakwa Sanjay Bisnis MeMiles Di Putus Bebas Karna Tidak Terbukti Bersalah

0
226

DERAP.ID|| Surabaya,- Direktur PT Kam and Kam alias Sanjay telah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya.
Majelis hakim yang diketuai Johannes Hehamony untuk menyatakan Sanjay tidak terbukti sama sekali untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum saat mengoperasikan aplikasi MeMiles. Dengan dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim.

“Sementara ini menyatakan terdakwa Kamal Tarachand Mirchandani tidak terbukti bersalah sama sekali dengan sebagaimana dakwaan kesatu primer,juga dakwaan kesatu subsider dan dakwaan kedua,” ucap Johannes Hehamony saat membacakan amar putusannya,pada hari Kamis kemarin (24-09-2020).

Hakim mengatakan,bahwa terdakwa Sanjay tidak terbukti untuk menerapkan skema piramida dalam mendistribusikan barang dan jasa sebagaimana diatur dalam Pasal 109 UU Perdagangan.

“Maka Dakwaan kesatu primair yakni Pasal 105 juga dakwaan kedua subsidair Pasal 106 Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan tidak terbukti sama sekali ,” sambung Johannes Hehamony membacakan pertimbangan hukum saat amar putusannya.

Menurut kererangan majelis hakim, Aplikasi MeMiles ini ternyata memperoleh penghasilan dari berjualan jasa periklanan. Bukan dari uang pendaftaran dari member.

“Jadi terdakwa sebagai pelaku usaha mendapatkan keuntungan atau penghasilan bukan dari penjualan barang dan jasa dengan skema piramida, melainkan juga dari penjualan jasa advertising,” kata Johannes.

Jadi untuk dakwaan kesatu subsidair yang menyatakan bahwa MeMiles tidak berizin sementara juga dimentahkan oleh majelis hakim. PT Kam and Kam. Menurut majelis hakim, ternyata selama ini sudah mengantongi surat izin usaha perdagangan (SIUP) dari Dinas Perdagangan DKI Jakarta pada Oktober 2015 yang baru berakhir pada Oktober 2020.

“Menurut pendapat Majelis hakim bahwa perizinan usaha perdagangan yang dimiliki PT Kam and Kami dan juga sudah diterbitkan melalui sistem Online Single Subsmission tidak berlaku ketika SIUP kecilnya sudah diterbitkan,” ujar Johannes.

Majelis hakim juga sudah menyatakan terdakwa Sanjay tidak terbukti untuk melakukan tindak pidana penipuan, seperti dalam dakwaan ke 2 oleh jaksa penuntut umum.
Majelis hakim sendiri menilai, tidak ada yang dirugikan dalam bisnis MeMiles. Para member telah mendapatkan slot iklan ketika melakukan top up.

“Dengan Unsur menguntungkan diri sendiri dan orang lain secara melawan hukum tidak terbukti sama sekali,” kata Johannes.

Selain membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum, majelis hakim juga meminta jaksa untuk memulihkan harkat dan martabat terdakwa Sanjay seperti semula sebelum tersandung perkara ini.

Majelis hakim,untuk memerintahkan jaksa supaya mengembalikan uang ratusan milliar dan ratusan mobil serta aset lain yang sebelumnya disita untuk barang bukti kepada PT Kam and Kam serta ke para pemilik lainnya.

“Juga Memerintahkan terdakwa segera dikeluarkan dari dalam tahanan setelah putusan ini dibacakan,” ujar Johanis.

Dengan Atas putusan bebas ini, Jaksa Novan Arianto masih juga menyatakan pikir-pikir.

“Nanti akan saya laporkan dulu ke pimpinan,” ujarnya usai persidangan.

Muzayyin selaku kuasa hukum terdakwa Sanjay juga mengaku menerima putusan tersebut. Dia mengaku sudah yakin bshwa kliennya akan segera dibebaskan karena dakwaan jaksa tidak berdasar. Jadi sementara ini Keputusan majelis hakim sudah dianggap sangat tepat.

“Untuk membuktikan hakim kami punya izin kegiatan jasa yang konsisten dan dilakukan dengan menjual iklan,” tandasnya.

Sebelumnya yang diketahui jaksa menuntut terdakwa Sanjay dengan pidana penjara selama 6 tahun. Dalam tuntutannya jaksa menyatakan terdakwa Sanjay dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 105 Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan kesatu primair. Selain itu, menuntut terdakwa membayar denda Rp 200 juta subsidair tiga bulan kurungan serta juga mengembalikan aset kepada member. (Budi R)