Nasib Siswanto Udah Kehilangan Mobilnya Malah Di Media Sosial Di Fitnah Akhirnya Melaporkan Ke Lembaga Hukum Indonesai

0
189

DERAP.ID|| Surabaya,- Siswanto berdomisili di Rungkut Surabaya, mendatangi kantor Lembakum Indonesia jalan Wonorejo IV/66A, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya. Senin (21/9/2020).

Dengan kedatangan Siswanto ke kantor Lembakum Indonesia untuk berkonsultasi dan meminta pengawalan pelaporan hukum atas ketidaknyamanan dirinya juga memfitnah yang diduga dilakukan oleh Rn.

Siswanto sendiri menceritakan asal muasal dirinya ditulis di media sosial dan di jelek-jelekan di media sosial dan grup WA.

“Berawal dari Zn yang saya ketahui suami dari Rn, pada tanggal 25 Juni 2020 menyewa bulanan mobil saya, Suzuki Ertiga atas nama anak saya, Willy Febi Pratama. Dan pada tanggal 21 Juli 2020, GPS mobil saya terputus, karena curiga ada sesuatu, pada tanggal 22 Juli 2020, saya mempertanyakan mobil saya ke Zn. Alasan Zn, GPS belum dibayar, dan pada tanggal 23 Juli 2020 saya bertemu Zn. Ia mengatakan bahwa mobil saya digadaikan oleh temannya bernama Rifan,” ungkap Siswanto. Senin (21/9/202).

“Pada tanggal 23 Juli itu, Zn memberikan mobil Ertiganya sebagai jaminan kepada Siswanto, Karna sebelumnya Mobil Siswanto telah ada perjanjian kontrak sama Zn ternyata tidak di kembalikan, Jadi Siswanto sendiri akhirnya minta jaminan kepada Zn supaya sama enaknya. Jadi Siswanto minta supaya monil Suzuki Ertiganya kembali dan Jaminan mobil  Zn akan di kembalikan. untuk supaya mobil pemilik atas nama Siswanto sementara ini sampai mobil saya kembali, menurut,’ keterangan Siswanto.

Hal itu dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuatnya  tanggal 23 Juli 2020. Berjalannya waktu Rn, istri dari Zn menyebar fitnah bahwa mobil suaminya saya sita,” ungkap Siswanto.

“Perbuatan Rn yang menyebar kabar yang tidak benar, membuat tidak nyaman didalam hidup saya. Bekerja pun saya tidak konsentrasi, dan juga penuh dicurigai oleh teman-teman dikira saya melakukan sesuatu yang tidak baik terhadap Rn. Dari peristiwa itu, saya konsultasi dan meminta bantuan ke Lembakum Indonesia untuk melaporkan tindakan perbuatan yang tidak menyenangkan dan juga memfitnah sekarang sudah kami laporkan ke pada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Dengan kesempatan yang sama, Dodik Firmansyah, dari Lembakum Indonesia menjelaskan bahwa kedatangan Siswanto untuk berkonsultasi atas peristiwa yang dialaminya.

“Sementara ini Siswanto sudah membuat kronologi kejadian, dan juga menyerahkan beberapa berkas ke kantor Lembakum Indonesia. Kita akan pelajari berkas-berkas tersebut. Jika sudah cukup bukti dan saksi, Siswanto akan kita kawal untuk melaporkan ke Pihak Berwajib,” tutur Dodik Firmansyah. Senin (21/9/2020).

Dodik Firmansyah yang di temui di kantornya Lembaga Bantuan Hukum (Lembakum) Indonesia juga menuturkan jika seseorang diduga keras melakukan perbuatan penyebaran kabar tidak benar (hoax) di media sosial, bisa dijerat dengan UU ITE.

“Jadi dengan sesuai Undang Undang yang berlaku, semua orang yang melakukan perbuatan penyebaran kabar tidak benar (Hoax) di media Sosial akan dijerat pasal 27 ayat 3 dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” pungkas Dodik.(Red)