Menteri Pertahanan Negara China Wei Fenghe Melakukan Kunjungan Ke Kantor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

0
223

DERAP.ID|| Jakarta,- Menteri Pertahanan Negara China Wei Fenghe melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Pertahanan RI dan disambut oleh Menteri Pertahan Prabowo Subianto.

Kedatangan Menhan China Wei Fenghe membahas tentang hubungan bilateral antara Negara Republik Indonesia dengan Negara China terkait sejumlah isu, diantaranya isu Laut China Selatan,juga pencegahan Covid-19, hingga pembangunan Dermaga pangkalan militer Negara China.

Menggunakan pesawat khusus AU PLA, rombongan Menhan China terbang dari Beijing dan tiba di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.

Setibanya di bandara, rombongan disambut oleh Wamenhan RI Sakti Wahyu Trenggono, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Wakil Kepala Staf TNI AD Letnan Jenderal Moch Fachrudin, Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono, dan Kepala Staf TNI AU Marsekal Fadjar Prasetyo.
Meskipun Negara Indonesia tidak termasuk sebagai Negara yang menggugat dalam sengketa LCS, namun Jakarta mengalami bentrokan dengan Beijing ketika kapal penangkap ikan China memasuki zona ekonnomi eksklusif (ZEE) di sekitar Kepulauan Negara Republik Indonesia Tepatnya di Natuna.

Indonesia juga menolak peta sembilan garis putus-putus (Mine Dash Line) yang digunakan Negara China sebagai dasar untuk klaimnya di Natuna utara

Indonesia kini sedang menghadapi pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Indonesia juga beralih ke pembuat obat Tiongkok untuk mengamankan pasokan vaksin potensial dan terus menyambut investasi Beijing untuk pertumbuhan ekonomi.

Pada Senin (7/9/2020) kemarin, Wei memberi tahu Perdana Menteri Malaysia bahwa China bersedia bekerja sama dengan negara-negara ASEAN, termasuk Malaysia, untuk menjaga perdamaian di LCS.

Dia menambahkan bahwa menjaga stabilitas di LCS adalah tanggung jawab bersama antara China dan Malaysia, seperti dilaporkan kantor berita resmi Xinhua.

Wei juga bertemu dengan Menhan Malaysia Ismal Sabri Yaakob dan mengatakan China berkomitmen untuk memperkuat kerja sama pertahanan antara kedua negara dan terus memajukan hubungan militer.

Perdana Menteri Malaysia juga mengatakan negaranya juga untuk bersedia bekerja sama dengan Negara China untuk memperkuat kerja sama bilateral di semua bidang termasuk pertahanan, pendidikan, perekonomian, dan perdagangan Tapi saat ini Negara Cina kerjasama di Negara Malaysia.

Sementara itu Negara Republik Indonesia, dari, Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto juga menegaskan kepada Menhan China, Wei Fenghe, bahwa terkait pangkalan militer Tiongkok di Indonesia, pemerintah Negara Republik Indonesia khususnya sangat tegas.

Menhan Prabowo sangat tegas untuk bersikap tidak akan kerja sama itupun tidak ada fakta pertahanan dengan siapapun juga. Karena doktrin sikap politik di Indonesia adalah bebas dan aktif, sehingga tidak punya fakta untuk pertahanan dengan negara manapun saja.

“Kalau mengenai tentang pangkalan Militer Negara China, sikap Negara Republik Indonesia sudah terang benderang. Sikap Menhan, Menlu juga kemarin sudah untuk menyampaikan hal yang juga sama. Itu kan nggak bakalan terjadi ya, karena doktrin sikap politik bebas aktif kita, termasuk dalam hal pertahanan kita tidak punya Fakta untuk pertahanan dengan siapapun,” ucap Juru Bicara Menhan Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.(Budi R)