Kuasa Hukum Tobbyas Ndiwa SH Menangani Kasus Perdata Tapi Ada Dugaan; kleinnya ‘Dikriminalisasi’. Moch. Fauzi Bin Mochtar

0
491
DERAP.ID|| Surabaya,-  Sebut kuasa hukum kasus perdata. ada dugaan; kleinnya ‘dikriminalisasi’. Moch. Fauzi Bin Mochtar(39) asal Medokan Sawah Timur Gg VIII/119 Surabaya. yang ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus jual beli objek tambak,akhirnya menjalani sidang perdana atau pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum(JPU) Suwarti dari Kejari Surabaya
Dalam dakwaannya kata Suwarti, terdakwa Moch.Fauzi Bin Mochtar dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara Melawan Hukum
Dengan memakai nama palsu,atau martabat palsu,dengan Tipu Muslihat ataupun rangkaian Kebohongan, menggerakan orang lain  untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya
atau supaya memberi hutang atau menghapuskan piutang
“Atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dapat dituntut berdasarkan Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan,”Yang di bacakan jaksa Suwarti.
Dengan terpisah.menurut kuasa hukum terdakwa yakni Tobbyas Ndiwa SH menuturkan, bahwa kasus yang menimpa kliennya Moch. Fauzi Bin Moctar
sejatinya adalah kasus perdata bukan pidana. yang mana masalah tersebut beranjak dari jual beli sebidang tanah  yang berada di Ds Tambakrejo Sidoarjo.
“Ini masalah perdata bukan pidana. karena ini tentang jual beli sebidang tanah,maka kami katakan; ini adalah kasus perdata tentang ‘wanprestasi’
,”Tegas Tobbyas Ndiwa SH.
Dia mengatakan pekerjaan kliennya saat itu memang lalai tidak menimbulkan kerugian atau bahkan tidak Melanggar Hukum. Sebab bila dikatakan Penggelapan atau Penipuan; berarti barang sesuatu sudah ada di tangannya dengan jalan kejahatan atau melanggar Hukum.
Sedangkan kliennya,mendapatkan barang atau sesuatu bukan dengan jalan Kejahatan atau Melanggar Hukum Imbuhnya.
“Barang siapa berarti ada pelaku.kalo
dengan sengaja dan Melanggar Hukum, tidak juga. karena saat itu, jual beli terjadi secara Sah sebagaimana dihadapan Notaris dan disaksikan para  pihak masing-masing.dan sampai saat ini, perjanjian itu masih mengikat sejumlah pihak,”Tambahnya.
Masih dari Tobbyas Ndiwa SH.
Dia mengatakan,ada rangkaian-rangkaian yang mengikat beberapa Pihak dalam ikatan keperdataan,yang didalamnya ada perjanjian-perjanjian yang semestinya diselesaikan secara jalur Hukum Keperdataan lebih dulu.
Bahkan kata dia,sebelum ditunjuk sebagai kuasa hukum Moch.Fauzi Bin Mochtar, sudah lebih dulu kliennya menjalani pemeriksaan.
“Ketika saya ditunjuk sebagai Kuasa Hukum mendapingi Tersangka, Untuk Pemeriksaan yang telah ada. Jadi saya minta untuk Supaya dirubah, dimulai dari awal lagi. Benar saja,  tuduhan-tuduhan itu dapat dipatahkan dengan bukti-bukti yang kami bawa dan tunjukan saat itu,”Menurut Keterangan  Tobbyas Ndiwa SH.
Bahkan kata dia, sebelum kliennya dipanggil dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Surabaya, saat itu posisi kliennya sedang berada di Mabes Polri. namun yang disesalinya, pemanggilan yang semestinya ada klarifikasi lebih dulu,malah langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Wajar saja kata dia, kalo saat itu kliennya menolak menandatangi BAP. karena  merasa tidak melakukan kesalahan atau perbuatan yang melawan hukum
Ironisnya lagi, diduga penetapan Moch. Fauzi Bin Mochtar tanpa adanya surat penetapan tersangka dan surat  tembusan kepada keluarga katanya
Untuk itu Pengacara yang berkantor di Jakarta tersebut, penahanan
atas kliennya diduga ada campur tangan ‘oknum’ tertentu untuk memenjarakan kliennya.
Atas masalah ini; korban ditafsirkan mengalami kerugian mencapai Rp 7 Miliar. sedangkan dari pihak terdakwa, juga telah menjaminkan Surat Petok D Tanah miliknya untuk sebagai jaminan. yang katanya menurut informasi, nilainya lebih tinggi daripada uang jaminan yang diterima.(Budi R)