BI Jatim Tak Layani Tukar Uang Baru Tahun 2020

0
465

DERAP.ID|| Surabaya,- Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur (BI Jatim) menyilakan, masyarakat yang hendak menukarkan uang pecahan kecil agar melakukannya di kantor bank/perbankan atau melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Kebijakan ini diambil BI Jatim dalam upaya mengurangi kerumunan dan risiko penularan Coronavirus Disease (Covid-19).

“Ini demi keamanan, sekaligus mencegah penyebaran pandemi Covid-19,” tutur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah, Rabu (29/4/2020).

Dengan pertimbangan alasan tersebut, Difi menegaskan, BI Jatim terpaksa tidak melaksanakan alias meniadakan layanan penukaran uang pecahan baru seperti tahun-tahun sebelumnya. Ia mengatakan, BI Jatim sudah berkoordinasi dengan perbankan untuk menempatkan titik-titik mana yang akan melayani penukaran uang pecahan baru.

“Silakan ke kantor perbankan, karena tahun ini kami tidak melayani (penukaran uang pecahan, red),” katanya dalam video conference bersama media.

Pada saat bersamaan, Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pengedaran Uang Rupiah (PUR) Layanan dan Informasi BI Jatim, Imam Subarkah menambahkan, tahun ini telah tersedia 273 titik layanan penukaran uang di perbankan. Menurutnya, BI juga melibatkan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR) dalam pendistribusian uang layak edar.

“Penukarannya hanya ada di bank, tidak ada penukaran di luar kantor,” tukas Imam Subarkah.

Ia memastikan, uang layak edar tersebut telah terjaga kebersihannya sesuai protokol Covid-19. Imam juga mengimbau, agar perbankan tetap memberlakukan pembatasan jarak atau physical distancing. “Untuk itu, sebaiknya masyarakat bisa memanfaatkan nontunai,” ingatnya.

Sementara, Kepala Divisi SP PUR Layanan dan Administrasi BI Jatim, Abrar mengungkapkan, periode Ramadan dan Lebaran tahun lalu, BI Jatim menyiapkan uang pecahan baru senilai Rp33,4 triliun dan membuka layanan penukaran uang di 17 rest area jalan tol, lapangan Makodam V Brawijaya, dan bekerja sama dengan 68 perbankan. Dari jumlah tersebut, terealisasi uang yang ditukar mwncapai Rp27 triliun.

“Prediksi kami, total kebutuhan uang layak edar pada periode Ramadan dan Lebaran tahun 2020 ini sekitar Rp25,8 triliun. BI Jatim menjamin ketersediaan uang Rupiah dalam penukaran tahun ini jumlahnya cukup,” paparnya.(Budi R)