Paiton 1-2, Di Kerumuni Ribuan Ubur-Ubur PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB)

0
194

DERAP.ID||Probolinggo,-Kunjungan ribuan ubur-ubur di PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) Unit Pembangkitan (UP) Paiton 1-2 telah berhasil dihalau menjauh dari pembangkit yang memiliki daya terpasang 2×400 MW tersebut. Beruntung, serbuan biota laut yang terlihat di sekitar bawah conveyor pada pukul 03:30 WIB, hari Sabtu (25/4/2020) tersebut tak sempat mengganggu sistem kelistrikan, khususnya Jawa-Bali.

“Yang pasti, keandalan pasokan listrik masih terjaga dan kami jamin tidak terganggu dengan kedatangan ribuan ubur-ubur,” tutur Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara, rabu (29/4/2020).

Dikatakan, meski ada serangan ‘pasukan’ ubur-ubur, PT PJB tetap berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya di sistem kelistrikan Jawa Bali. Diakui, kejadian tersebut bukan hal yang mudah, apalagi serangan ubur-ubur itu terjadi saat masa pandemi Covid-19 dan di tengah bulan Ramadan.

“Tapi, sebagai lini terdepan kelistrikan kami berkomitmen untuk mengatasi kejadian ini dengan sepenuh hati,” katanya.

Sebelumnya, peristiwa yang pernah terjadi 4 tahun lalu, atau tepatnya tahun 2016 itu, berhasil disingkirkan dengan menggunakan 3 lapis pengamanan. Selain metode kehati-hatian dan ramah lingkungan, tahapan pengendalian ‘tentara’ ubur-ubur ini dilakukan sebagai upaya agar kelestarian salah satu biota laut tersebut tetap terjaga.

‘Pasukan’ ubur-ubur serang Paiton 1-2
“Kali ini, UP Paiton telah menyiapkan langkah-langkah penanganan untuk menjaga kontinuitas penyediaan tenaga listrik di pembangkit,” jelas General Manager (GM) UP Paiton 1 dan 2, Mustofa Abdillah.

Langkah pertama, kata Mustofa, dipasang jaring-jaring di canal intake untuk mencegah ubur-ubur masuk ke dalam kanal tempat masuknya air laut yang berfungsi sebagai pendingin kondensor unit pembangkit. Pengaman kedua, lanjut Mustofa, ditempatkan di wilayah pompa, untuk menghindari ubur-ubur tersedot pompa.

“Sedangkan, pengamanan lapis ketiga adalah, jaring-jaring dipasang di depan area mesin untuk menghindari ubur-ubur masuk ke dalam komponen mesin dan mengganggu operasional PLTU,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, selain pengamanan internal melalui 3 etape, UP Paiton juga menggandeng nelayan di sekitar unit untuk melakukan penanganan kehadiran ubur-ubur ini. Kerja sama UP ini menggunakan 7 perahu nelayan untuk menjaring ubur-ubur, untuk selanjutnya digiring menuju tengah laut dan dilepas.

“Tujuannya, agar menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membunuh ubur-ubur. Berkaca pengalaman tahun 2016 lalu Alhamdulillah metode-metode yang kami lakukan ini telah terbukti berhasil,” tuturnya.

Di garda terdepan, lanjut Mustofa, disiagakan 15 personel dengan dibantu para nelayan sekitar. Mereka standby 24 jam nonstop dengan sistem shift untuk menjaring ubur-ubur. Personel ini masing-masing disiapkan di titik penempatan jaring untuk menghalau potensi masuknya ubur-ubur ke area UP Paiton.

“Selain, kami ingin kontinuitas penyediaan tenaga listrik tetap terjaga, dan yang paling penting adalah metode tersebut harus ramah lingkungan,” jelas Mustofa.

Sementara, berdasarkan kondisi per hari, Selasa, 28 April 2020, pukul 10.00 WIB, ribuan ubur-ubur yang terpantau bergerak secara masif dari arah barat sejak 2 hari lalu masih terlihat banyak di sekitar canal intake. “Tapi, bisa kami kendalikan,” yakinnya.(Budi R)