Warga Wiguna Mendukung Pembatasan Adanya PSBB

0
159

DERAP.ID|| Surabaya,- Untuk meredam pandemi Covid-19, warga Wiguna  harus mendukung pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa Timur, 10-23 April 2020.

“Sikap kegotong royongan dan kebersamaan warga sangat kuat. Kami makin mandiri menghadapi Covid-19 dan penangannya melalui PSBB. Lingkungan harus dijaga dengan baik. Problem ekonomi warga yang muncul terus dicarikan solusi kongkretnya secara bersama-sama.

Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan perekonomian warga, khususnya Warga Wiguna. “Untuk membantu perekonomian warga, penggalangan bantuan secara gotong royong terus dilakukan. Sumbangan warga tetap mengalir. Namun, masalahnya bantuan sembako dan uang ini sebenarnya hanya cukup untuk setengah dari kebutuhan total. Kami harus memutar otak dan berusaha keras sembari terus mengingatkan agar penerima bantuan terus berhemat.

Warga Wiguna berterima kasih kepada Petugas yang rutin berkeliling dari rumah ke rumah. Sebab, mereka memiliki tugas rutin mencatat suhu tubuh warga menggunakan Thermo Gun. Mereka memastikan suhu warga Wiguna tidak ada di angka 37,5 derajat Celcius selama tiga hari beruntun.

“Selama ini Petugas terus memantau perkembangan warga Wiguna secara menyeluruh. Selain suhu tubuh dan sosialisasi program pemerintah, mereka rutin memastikan warga tidak kelaparan. Setiap tambahan data warga yang butuh bantuan sembako pasti langsung direkap dan ditindaklanjuti. Mereka bisa mendeteksi kemampuan ekonomi warga sekaligus menyalurkan bantuannya.

Sikap positif Warga Wiguna jadi angin segar bagi pelaksanaan PSBB. Apalagi, warga di sana juga memiliki cara khusus. Aktivis Petugas juga terus menjamin warga patuh dan tetap di rumah saja. Mereka juga memastikan anak-anak tidak bermain di luar lingkungan rumahnya.

Sikap mandiri dan gotong royong juga ditunjukkan Warga Wiguna Rungkut Surabaya. Aktivis Petugas di sana tetap menjamin kebutuhan logistik bagi warganya. Aksi penggalangan amal melalui bantuan sembako tetap dijalankan, lalu distribusinya langsung diberikan kepada warga yang membutuhkan.

“Warga kami banyak memiliki pekerjaan nonformal. Dengan pelaksanaan PSBB ini, mata pencarian mereka terganggu. Tidak ada pendapatan yang masuk. Namun, kami sejak awal terus menggalang bantuan sembako secara gotong royong. Kami berharap bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan PSBB, mereka memasang portal baru secara masif. Sebarannya merata dari akses masuk dan keluar di wilayahnya saat ini makin baik dan terkontrol.(Budi R)