Kurir Narkoba jaringan Internasional, Nie Albert Handiono Niharjo membawa sabu seberat 11 kilogram, Dituntut Selama Seumur Hidup

0
290

DERAP.ID|| Surabaya,- Kurir narkoba jaringan internasional, Nie Albert Handiono Niharjo, yang kedapatan membawa sabu seberat 11 kilogram, dituntut selama seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oki Muji Astuti, SH.

“Memohon kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Nie Albert Handiono Niharjo, selama seumur hidup,”ucap JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim itu, saat membacakan surat tuntutannya di ruang Candra, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (06/04/2020).

Terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam pertimbangannya, hal yang memberatkan, JPU menilai terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan narkoba dan perbuatan terdakwa dianggap dapat merusak generasi bangsa. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa tidak pernah dihukum, dan berlaku sopan selama persidangan.

“Oleh karena itu, tidak ditemukan alasan pemaaf dan pembenar atas tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa,”terangnya.

Dengan adanya tuntutan ini, Syaifuddin, penasihat hukum (PH) terdakwa dari Kantor Hukum Muhamad Aris,mau mengajukan nota pembelaan (pledoi) atas tuntutan JPU Oki.

Penasehat Hukum mengajukan pledoi,kepada Hakim,”kata Syaifuddin.

Dengan dirasa cukup, ketua majelis hakim Jan Manopo kemudian untuk menunda persidangan pada hari Rabu tanggal (08/04/2020). “ketua Majelis Hakim Mengatakan sidang kita tunda, dengan agenda pledoi dari penasihat hukum terdakwa,”
pungkasnya.

Kasus ini bermula saat Ditresnarkoba Polda Jatim melakukan penangkapan terhadap Peter Kristiono. Setelah dilakukan penggeledahan,oleh petugas kepolisian telah ditemukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 11,130 gram.

Peter saat diinterogasi oleh petugas,yang merupakan jaringan kelompok Myanmar -Malaysia-Pontianak-Jakarta-Surabaya tersebut mengaku jika akan ada pengiriman narkoba jenis sabu akan kembali, dengan modus operandi yang sama, yakni dimasukkan ke dalam galon cat dari Malaysia ke Pontianak.

3 anggota kepolisian dari Polda Jatim mendapatkan informasi langsung berangkat ke Pontianak untuk segera melakukan pengintaian terhadap kiriman 48 galon cat yang berisi sabu. Setelah terdakwa menerima barang galon Cat yang berisi sabu di rumahnya,kemudian petugas langsung mengamankan terdakwa dan barang 5 galon cat yang berisikan 2 bungkus aluminium foil dengan jumlah total 10 bungkus berisi sabu.

Keterangan terdakwa, barang didapat dari Jefri sekarang(DPO) dan terdakwa sendiri mendapatkan upah sebesar Rp. 200 juta. Kemudian terdakwa dibawa ke Surabaya untuk diperiksa lebih lanjut.(Budi R)