Temuan Sesosok Mayat Di Area Pelabuhan Rakyat Kalimas, Tanjung Perak

0
275

DERAP.ID|| Surabaya,- Gencarnya wabah virus Corona (Covid-19) yang belakangan merebak kencang, turut memunculkan beragam dugaan terhadap orang yang kedapatan meninggal dunia.

Hal sensitif ini juga sempat muncul pasca temuan sosok tak bernyawa di area pelabuhan rakyat Kalimas, Tanjung Perak Surabaya. Kasak-kusuk yang berembus pun menduga, orang yang ditemukan meninggal dunia di lingkungan dermaga Kalimas itu karena terjangkit Covid-19.

Apalagi setelah menyaksikan update data pasien tertular virus Corona di Indonesia, termasuk Jawa Timur terus berubah dan bergerak setiap waktu. Sampai dengan berita ini ditayangkan, Jumat (27/3/2020), rincian jumlah pasien yang terangkum dari seluruh kabupaten/kota di laman resmi infocovid19.jatimprov.go.id/ per Kamis, 26 Maret 2020 masih tercatat, 59 orang positif Covid-19.

Namun, untuk memastikan sinyalemen mencurigakan karena infeksi virus Corona dari mayat yang ditemukan di pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak tersebut masih butuh pemeriksaan akurat dan mendalam. “Sepertinya begitu. Tapi, kemarin sore memang ada rame2 di pos 4, cuma ada apa aku gak tahu,” tutur sumber yang juga pelaku usaha melalui pesan pendeknya, Jumat (27/3/2020).

Mendasari informasi yang diperoleh, ditemukan seseorang tewas dalam posisi tergeletak di Pos 4 Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak. Beruntung, mayat berjenis kelamin laki-laki yang terkapar di lantai, seketika itu langsung ditangani tim Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Tanjung Perak.

Sumber di lokasi menyebut, tidak berselang lama dari kabar temuan mayat, tim PBK Tanjung Perak dengan peralatan lengkap tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Usai mengevakuasi dan membawa mayat ke kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo Surabaya, sebagian personel dari tim PBK langsung menyemprotkan disinfektan di sekitar ruang dan lantai bekas mayat tersebut tergeletak.

“Katanya sih khawatir, korban itu terkena virus Corona. Makanya disemprot,” tukas sumber. Lelaki yang menolak jati dirinya dikutip itu hanya mengungkapkan, bahwa informasi yang diperolehnya menyebut, mayat yang ramai dibicarakan umum itu diketahui karena sakit liver. Namun, ada beberapa versi yang mengungkap, jika sosok Mr X tersebut meninggal dunia akibat penyakit hernia yang lama dideritanya.

“Katanya sih hernia sakitnya,” ujar sumber lain yang turut membantu mengevakuasi mayat yang dimasukkan dalam kantong jenazah berwarna kuning.

Hingga kini, belum diperoleh kepastian, apalagi keterangan resmi dari manajemen pengelola pelabuhan rakyat di bawah naungan PT Pelindo III Regional Jawa Timur terkait temuan mayat yang diduga seorang dari anak buah kapal (ABK). Berdasar informasi yang dikumpulkan, sosok tersebut merupakan ABK kapal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ditemukan sudah meregang nyawa, Kamis (26/3/2020), antara pukul 18.00-19.00 Wib.

Di lokasi kejadian sempat dilakukan penyisiran untuk mencari tahu dibalik tewasnya Mr X tersebut. Selain PBK, terpantau petugas Port Security Pelindo III juga tampak dalam proses evakuasi. (Budi R)