Eks Manager Relationship Bank HCBC Divonis 8 Tahun Penjara.

0
403

DERAP.ID||Surabaya,-  Cristian Andekarsa Raharjo akhirnya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Perbankan. Dan divonis 8 tahun prnjara.

sebagaimana Pasal 49 ayat(1) huruf a.
atau kedua Pasal 49 ayat(2) huruf b.
sebagaimana telah diubah dengan UU No.10 Tahun 1998,yakni Pasal 63 ayat (2)huruf b UU No 21 Tahun 2008 tentang,Komisaris, Direksi, dan Pegawai

“Menjatuhkan pidana 8 tahun penjara, denda Rp 10 Miliar atau subsider 3 Bulan penjara,”Baca Yulisar lewat amar putusannya.

Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa membawa dampak pada perbankan dan merugikan masyarakat
hal meringankan,terdakwa mengakui bersalah dan belum pernah dihukum

atas putusan tersebut terdakwa dan JPU Darwis Kompak menyatakan pikir-pikir

“Pikir-pikir Pak hakim. Saya juga,pikir-pikir,”Sebut terdakwa dan disusul jaksa Darwis kepada Yulisar ketua majelis hakim, sambil mengutuk palu tanda sidang ditutup,Senin(23/03/20) diruang Kartika I Pengadilan Negeri Surabaya.

Diketahui, Christian Andekarsa Raharjo sebelumnya menjabat selaku Business Development Manager atau Relationship Manager (RM) pada Kantor Cabang Surabaya PT Bank Ekonomi Raharja sekarang menjadi Kantor Cabang Raya Darmo Surabaya PT Bank HSBC.

Didakwa dan terbukti memalsukan data fiktif agar dapat disetujuinya pengajuan kredit calon nasabah. Perbuatan terdakwa akibatnya membawa dampak kerugian yang cukup signifikan pada pihak HCBC yakni sebesar Rp. 80 Miliar.

Dimana terdakwa selaku Relationship Manager (RM) tidak melakukan pemeriksaan atas keaslian PO dari SPK (SPM) sebagaimana syarat pencairan kredit yang akhirnya terendus bahwa 17 (tujuh belas) SPK (SPM) tersebut fiktif. Meski demikian pencairan tetap dilaksanakan meskipun Standing Instruction sebagai salah satu syarat pencairan belum terpenuhi.

bahkan, Standing Instruction yang seharusnya dibuat sebelum pencairan atau drawdown untuk modal kerja per tanggal 02 Mei 2017, namun Standing Instruction baru dibuat oleh PT. Cipta Raya Perkasa pada bulan sekitar bulan Juli 2017.

Hingga pengajuan fasilitas kredit yang diajukan oleh PT Cipta Raya Perkasa, Terdakwa tidak melakukan verifikasi atas kebenaran dan keabsahan hubungan kerjasama antara PT Cipta Raya Perkasa dengan buyer dan supplier. Terutama terkait dokumen PO (SPK atau SPM), Berita Acara Penerimaan Material (BAPM), dan Invoice yang disampaikan oleh PT Cipta Raya Perkasa kepada bank.

Dan terdakwa juga tidak memastikan serta memverifikasi kebenaran data pada Laporan Keuangan PT Cipta Raya Perkasa terkait penjualan dan piutang PT Cipta Raya Perkasa, pada saat kunjungan kelokasi Terdakwa tidak bertemu langsung dengan supplier sehingga tidak ketahui kebenaran kegiatan usaha PT Cipta Raya Perkasa.

Bahwa pada proses drawdown, Terdakwa selaku Relationship Manager (RM) tidak melakukan pengecekan yang memadai atas kebenaran dokumen underlying draw down kredit (PO/SPK /SPM/Invoice dan BAPM) untuk terpenuhinya covenant atau syarat pencairan kredit LAE (sebagaimana ditentukan dalam Persetujuan Kredit oleh Pemutus dan dalam Perjanjian Kredit) yaitu tidak terdapat Standing Instruction dari PT Cipta Raya Perkasa.

Karena dengan tidak dilakukannya pengecekan/verifikasi keaslian Kontrak/SPK/SPM/ Invoice, dan hanya menggunakan Kontrak/SPK/SPM/ Invoice yang fiktif dijadikan underlying dalam pengajuan proposal kredit maka pihak Bankpun menyatakan Terdakwa mengajukan data palsu.

sehingga mengakibatkan adanya Pencatatan Palsu dimana pencatatannya dimasukkan ke data kredit di Buku Kas Besar PT Bank Ekonomi Raharja sekarang HSBC, selanjutnya direkap juga ke Laporan Bulanan, Laporan Triwulan, Laporan Semester dan Laporan Tahunan PT Bank Ekonomi Raharja (Sekarang Bank HSBC).

Atas perbuatan inilah,Pria berketuran China ini Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kini, dia telah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.(BR)