Dakwaan JPU Keok, Kuasa Hukum Untuk Buktikan Lewat Putusan 1 Bulan

0
623

DERAP.ID|| Surabaya,-  Dua Kuasa Hukum berkantor dijakarta mampu mematahkan dakwaan JPU lewat putusan 1 Bulan atas kliennya. Muhamad Yusuf Effendy,terdakwa kasus penganiayaan atas Amik akhirnya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan

“Menjatuhkan pidana 1 Bulan penjara dipotong masa tahanan selama terdakwa berada dalam tahanan,”Ucap Dwi Winarko lewat amar putusannya. Menanggapi putusan Hakim terdakwa yang didampingi Kuasa Hukumnya(Sujai) menyatakan pikir-pikir. begitu juga dengan Jaksa Wiwid, menyatakan pikir-pikir.

“Pikir-pikir Pak hakim. saya juga pikir-pikir,”jawab terdakwa dan diikuti jaksa Wiwid,yang menyatakan sikap kepada hakim Dwi Winarko,Kamis(19/03/20) diruang Garuda II pengadilan Negeri(PN) Surabaya. Diketahui. Persoalan sepele ini berawal Muhamad Yusuf Effendi dan Amik yang kala itu, mobil keduanya berpapakan dibundaran Waru Sidoarjo

lantaran mobil terdakwa mengambil jalur kiri untuk masuk lokasi Mall Cyto Menanggal Surabaya kemudian disusul mobil korban yang menabrak samping kanan mobil terdakwa. hingga persoalan tersebut berbuntut panjang. dan terjadi perang mulut diantara kedua.lantaran korban(Amik)yang emosi, diapun langsung meludahi muka terdakwa. tidak terima dengan perbuatan korban

lalu terdakwa balik membalas dengan menampar pipi korban. tidak terima akan hal itu,korbanpun membuat laporan polisi dan Muhamad Yusuf Effendi ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan penganiayaan atas seorang wanita yang tak lain adalah Amik pegawai Inspektorat Sidoarjo.

Namun kasus tersebut berhasil diungkap lewat fakta-fakta oleh kuasa hukum terdakwa yakni Tony SH dan Sujai SH.yang mampu mematahkan semua tudingan korban. lewat kejelihan Tony dan Sujai inilah,kasus tersebut menjadi terang benderang.

Dan dapat diketahui bahwa keterangan korban dan saksi lainnya ternyata hanya berasumsi tidak sesuai fakta yang benar seperti keterangan korban yang menyatakan dipukul hingga pisan.dan sempat diopname. ternyata tidak satupun terbukti.(BR)