Terdakwa Dan Kuasa Hukum Gelisah,

0
255

DERAP.ID|| Surabaya,-   Eksepsi Djisanto Karoeniadi Ditolak Jaksa.Terdakwa dan Kuasa Hukum terlihat Gelisah Sidang perkara perbuatan curang dalam pembayaran pesanan barang dengan Djisanto Karoeniadi, menyebabkan korban Harjanto Jasin mengalami kerugian sebesar Rp 450 juta, Sidang yang beragendakan tanggapan dari JPU atas Eksepsi yang diajukan dan dibacakan oleh Kuasa Hukum terdakwa, di ruang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu, (18/03)2020).

Dalam tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi yang dibacakan, Bahwa menanggapi keberatan Kuasa Hukum terdakwa pada dakwaan JPU yang dianggap oleh Kuasa Hukum terdakwa adalah batal demi hukum.
Untuk mengabulkan eksepsi terdakwa
Perkara yang tidak diperiksa lebih lanjut
Memulihkan nama baik terdakwa
Membebankan biaya perkara kepada Negara.

Menanggapi bahwa keberatan dakwaan oleh Kuasa Hukum terdakwa sangat tidak beralasan, karena JPU sudah menganggap memenuhi syarat Formil dan Materiil.
Oleh karenanya alasan keberatan Kuasa Hukum terdakwa tidak dapat diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dan sidang perkara terdakwa Djisanto Karoeniadi tetap dilanjutkan.Menolak semua Eksepsi terdakwa, dan memohon majelis hakim yang memimpin sidang, untuk memberikan putusan.

Setelah pembacaan tanggapan Jaksa terhadap Eksepsi terdakwa, majelis hakim yang diketuai Yulisar akan memberikan putusan sela Kamis (19/3/2020).

Diketahui pada sidang sebelumnya pihak kuasa hukum terdakwa Djisanto Karoeniadi, telah mengajukan Eksepsi dan telah ditanggapi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi.

Terdakwa Djisanto didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi dari Kejaksaan Negeri Surabaya telah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 379a KUHP.

Terdakwa Djisanto Karoeniadi didakwa telah melakukan yang pada intinya, menjadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan untuk membeli barang-barang, dengan maksud supaya tanpa pembayaran seluruhnya memastikan penguasaan terhadap barang-barang itu untuk diri sendiri maupun orang lain, dalam surat dakwaan.

Berawal dari terdakwa Djisanto Karoeniadi, memesan barang elektronik kepada saksi Harjanto Jasin berupa Mic, Speaker, Woofer dan Power, dengan nilai total Rp. 507.950.000,-. Kemudian oleh terdakwa pada tanggal 24 Januari 2018 baran-barang yang diterima dari Toko Gamelan tersebut sebagian direturn dengan nilai total secara keseluruhan sebesar Rp. 25.650.000,-.

Jadi total kewajiban terdakwa untuk dilakukan pembayaran kepada Toko Gamelan adalah sebesar Rp. 482.300.000,-, namun oleh terdakwa barang-barang elektronik yang telah diterima tersebut sesuai nota penerimaan sebagaimana tersebut diatas baru dilakukan pembayaran sebesar Rp. 29.000.000,- (dua puluh sembilan juta rupiah).

Dari semua barang-barang elektronik yang dikirimkan oleh Toko Gamelan berdasarkan pemesanan dari terdakwa dari tanggal 11 September 2017 sampai dengan tanggal 23 Oktober 2017, tidak dibayarkan seluruhnya oleh terdakwa, sehingga akibat dari perbuatan terdakwa tersebut saksi Harjanto Jasin/Toko Gamelan mengalami kerugian sebesar Rp. 450.000.000.

atas penolakan tersebut kata sumber yang tak mau namanya dikorankan
bahwa sangat berterima kasih kepada majelis hakim. yang telah memberikan rasa keadilan kepada korban. karena dengan adanya penolakan eksepsi terdakwa,setidaknya sudah memberikan efek jera pada terdakwa.namun yang lebih baik lagi,bila sisa hutangnya dilunasi terdakwa kata sumber tersebut.(BR).