Saksi Mengaku Untuk Memindahkan Uang Nasabah Supaya Menghindari Sorotan OJK Karena Melebihi Over Draf

0
390

DERAP.ID|| Surabaya,- Kepala Cabang Prima Bank Master Semarang ngaku, pindahkan Rp 5 Miliar milik Anugrah Yudo Witjaksono yang diperuntuhkan ke Daniel,untuk menghindari sorotan OJK karena melebihi over draf. Sidang penggelapan uang nasabah Rp 5 Miliar yang menjerat Agustinus Trandono sebagai terdakwa tunggal, kembali bergulir dan semakin seruh, Nining jaksa penuntut dari Kejati Jawa Timur, kali ini menghadirkan Catharina Rini Handayani yang tak lain adalah kepala Cabang Bank Prima Master Semarang dan Ir Susilowati anak buah Daniel, sebagai saksi. Dalam kesaksiannya saksi Ir Susilowati menyatakan bahwa dirinya saat itu sebagai pekerja Daniel,yang mana hanya bertugas menangani penanganan proyek perumahan milik Daniel,dan sering berada dilapangan.

Terkait rekening pribadi yang digunakan Daniel menerima transferan dana dari Bank Prima Master Surabaya kerening miliknya yakni BCA semarang dikarekan kata saksi selain diperintah Daniel. Juga, telah mendapat persetujuan dari Prima Bank Master melalui Catharina dan Tanti. apalagi dibilang dana tersebut diperuntuhkan ke Bosnya (Daniel) jadi dia mengejarkan.

“Asal usul dan sumber darimana,kurang tau.hanya dibilang Pak Daniel katanya dikirim Bank Prima Master Surabaya.tapi setiap pencairan saya ditemani Bu Catharina Rini Handayani atau Tanti. tapi yang Rp 2 Miliar saya disuruh transfer lagi kerening Bu Sherly Istri Pak Daniel. Sedangkan yang Rp 3 Miliar dibilang Bu Tanti transfer ke Liliana jakarta,”Ucap Susilowati.

Dia menjelaskan bahwa sejak awal dirinya mengetahui, dana talangan tersebut diperuntuhkan kepada Daniel Bosnya. Mengingat Daniel sering mengalami kendala keuangan untuk pengerjaan proyek propertinya. jadi itu kata saksi, yang membuat Daniel jarang berada ditempat karena sering luar kota. sehingga terkait uang tersebut,hanya diminta dialihkan kerening milik istrinya Sherly .

Anehnya,dari 19 kali transaksi menggunakan rekening Pribadi saksi Susilowati. kata dia,tak satupun bukti transfer yang dipegangnya.Alasannya bahwa tak terpikirkan sampai kesitu. selain itu,dirinya tak menyangka akan terjadi maslah seperti ini.

“Saudara saksi,dari 19 kali transaksi menggunakan nomer rekening anda, coba tunjukan bukti transfernya. saat itu saya tak terpikirkan dengan bukti transfer. apalagi uang itu hanya transit saja direkening saya. karena uang itu saya kirim lagi kerekening Sherly dan Liliana Pak hakim,”Jawab Susilowati yang ditanya Yohanes ketua majelis hakim.

Masih dari Susilowati. Menurutnya,
sejak itulah dirinya tak mengetahui lagi tentang keberadaan dana tersebut. sebab rekeningnya hanya dipinjam.
Karena dirinya hanya tau beres. seperti Fom hingga yang lain-lainnya sudah diatur oleh Tanti. dan saksi hanya tinggal tanda tangan. tapi yang jelas,sudah disetujui oleh Pak Daniel kata saksi.

Lain saksi Ir Susilowati lain pula Catharina Rini Handayani. Menurut Catharina,alasan menggunakan rekening Ir Susilowati karena transaksi Daniel sudah melebihi over draf alias melebihi limit. juga, menghindari sorotan tentang harta nasabah dari OJK. “Saya hanya diberitahu Pak Agustinus bahwa nantinya ada uang masuk direkening Susilowati tapi itu milik Daniel. dan disuruh kirim ke istrinya Pak Daniel Sherly ,”Cetus saksi.

Jelaskan dia bahwa sejak uangnya tak dikembalikan kepada sipemilik uang yakni Anugrah Yudo Witjaksono.
kata dia (saksi) mulai bingung,dan dirinya sempat menanyakan kepada terdakwa Agustinus untuk cara penyelesaiannya.

“Karena Pak agustinus bilang tidak punya kekuatan lagi kemudian kami berusaha mencari penyelesaian alternatif lain. Yaitu,terakhir Pak agustinus menyerahkan sejumalah aset dan uang tunai,”katanya Catharina, pada hari Rabu (18/03/20) diruang Gedung Garuda II Pengadilan Negeri(PN) Surabaya.

Tambah Catharina bahwa semua aturan yang dijalankannya,bukan semena-mena kemauannya. Akan tetapi,adalah keputusan terdakwa Agustinus selaku pimpinannya.diketahui. kasus penggelapan,yang membuat uang nasabah yakni Anugrah Yudo Witjaksono sebesar Rp 5 Miliar Raip alias amblas di Prima Bank Master Jl. Jembatan Merah, dan sangat menarik untuk dikomsumsi Publik.

Pasalnya dari kehilangan uang tersebut dan dilaporkan oleh korban, hingga terdakwa Agustinus selaku Direktur Komersial jadi terdakwa dan disidang kasusnya  ini masih menjadi teka-teki Publik. kenapa dan bagaimana? sampai bank yang semestinya diberikan kepercayaan oleh nasabah tempat penyimpanan uang malah terjadi kehilangan atau Raip.

Mengingat kejahatan perbankan ini acapkali sering terjadi. hal ini tentunya, berdampak pada rasa kepercayaan
nasabah nantinya kepada Bank itu sendiri khususnya Prima Bank Master. Bahkan atas kasus ini sampai-sampai membuat salah seorang praktisi hukum berinisial T angkat bicara. Menurutnya,secara kolektit kasus ini bisa menjerat semua pihak yang turut serta mengetahui akan hal itu.

“Kalau dilihat dari kronologisnya saya bilang, ini konsfirasi. yang tentunya ada pihak-pihak yang diuntungkan dari kasus ini. tapi yang punya handel besar pertama kali adalah marketingnya. nah, di situlah dia harus tau. uang itu di ikutkan sebagai penanam modal atau berinvestasi. itupun dananya harus mengendap berapa lama, Tapi yang jelas apapun alasannya unsur pidananya justru masuk.”Papar T yang temui wartawan.

Kata dia,kasus ini lebih mengarah pada penggelapan dalam jabatan dan
terkait tentang konsumen. Tapi kata dia,yang lebih menonjol yakni tentang kejahatan Perbankan dan Money Laundry. “Disinilah kelalaian Bank Prima Master. karena kurang pengawasan dan semestinya harus diikuti sebagai pihak yang turut serta,”Imbuh T pada wartawan Derapnusantara.com, digedung PN-Surabaya.(BR)