Terdakwa Agustinus Trandono Direktur Bank Prima Master Nilep Uang Nasabah 5 Miliyar

0
972

Disuruh Transfer Dan Main Cantik Oleh Direktur Prima Master,Dibongkar Saksi

DERAP.ID|| Surabaya,- Terbongkar,Saksi Ungkap,pemindahan dana nasabah milik Anugrah Yudo Witjaksono kerekening Ir Susilowati diperintah hingga diminta main cantik oleh Direktur Komersial Bank Prima Master yakni Agustinus Trandono.

Sidang lanjutan perkara penggelapan uang nasbah Bank Prima Master yakni Anugrah Yudo Witjaksono sebesar Rp 5 Miliar,yang menjerat Agustinus Trandono sebagai terdakwa

kembali digelar diruang Garuda II Pengadilan Negeri(PN) Surabaya.
sidang Kali ini, Jaksa Penuntut Nining dan Bunari dari Kejati Jawa Timur menghadirkan beberapa saksi,yang tak lain kesemuanya adalah Pegawai Bank Prima Master Cabang Semarang.

salah seorang saksi yakni Tanti Yuliasari yang diminta untuk bersaksi lebih dulu oleh Yohanes ketua majelis hakim menuturkan

Bahwa dirinya sempat kaget ketika tau uang Rp 5 Miliar yang ditransfer dua kali berturut-turut kerekening Ir Susilowati.

Pasalnya kata saksi,antara sipeminjam dana dan penerima berbeda. namun karena hanya mengikuti perintah terdakwa, saksipun tidak bisa berbuat apa-apa.

“Pertama saya sempat kaget. karena biasanya sesuai OSP,kalau yang meminjam dana talangan kalau cairpun, uang itu harus ditransfer keatas nama rekening sipeminjam. tapi karena saya mendapat perintah dari Bu Ana yang menyuruh kerjakan saja dan bilang main cantik, karena perintah Pak Agus,maka saya kerjakan,”Ucap saksi.

Bahkan kata Tanti,sebelum dana talangan sebesar Rp 2 Miliar dikirim kerening Ir Susilowati dirinya diminta cilent alias main cantik oleh terdakwa
namun saksi tidak paham maksud dari ucapan tersebut.

“Apakah anda paham ucapan itu (main cantik?),kurang paham Pak hakim. contohnya seperti ini. saya yang bersusah paya banting tulang,tapi orang lain yang mendapatkan hasilnya. makanya anda sebagai marketing anak buah dia (terdakwa)  disuruh main cantik. sehingga,seakan dimata Nasabah pemutaran dananya dibank prima supaya terlihat sehat terus tidak ada masalah. begitulah kira kira uang korban yang diputarkan kalian di Bank Prima Master,”Terang Yohanes kepada saksi tentang sistem managemen yang dijalankan terdakwa

jelaskan saksi bahwa uang Rp 3 Miliar yang ditransfer tanggal 3 April 2018 dan Rp 2 Miliar pada 17 April 2018 kerekening Ir Susilowati

adalah perintah terdakwa. mengejutkan lagi kata dia, dari peminjaman Rp 5 Miliar tersebut pihaknya (Bank Prima Master) bila dihitung-hitung telah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 20 juta perbulan.

keuntungan Rp 20 juta ini karena sesuai bunga 5 % yang dikenakan kepada
Ir Susilowati. sedangkan untuk nasabah lainnya,dikenakan bunga berpariatif sesuai besar kecil pinjamannya

“Saya bekerja sesuai bidang saya saja (Marketing). karena setiap transaksi baik pinjaman maupun keuntungan bunga,kerja saya hanya mencatat. untuk masalah uang Rp 5 Miliar milik Pak yudo itu dipakai untuk apa, dan ditanya tentang Pak Agus dan Pak Yudo serta Ir Susilowati ada hubungan apa?, itu saya kurang tau,”Tambah Tanti.

sedangkan dua saksi lainnya,tidak jadi diperiksa. mengingat waktu dan jam yang sudah terlalu larut malam.

sehingga Hakim Yohanes memutuskan untuk melanjutkan pemeriksaan kepada keduanya pada sidang berikutnya.

“Karena sudah terlalu larut malam kita hentikan saja sidangnya. sedangkan dua saksi yang belum diperiksa,dilanjutkan pada sidang berikutnya saja,”Ucap Yohanes sambil mengetuk palu tanda sidang ditutup,Senin(16/03/20)

Perlu diketahui,persoalan antara Anugrah Yudo Witjaksono melawan PT Prima Master Bank berawal dari pemindahan uangnya dari rekening Giro ke Tabungan Master Plus,pada 3 April 2018.

Yang mana,Yudo meminta Customer service Bank Prima Master memindahkan uang miliknya sebesar Rp 3 Miliar dan pada 17 April 2018 sebesar Rp 2 Miliar

Namun baru saja selang satu hari yakni 18 April 2018, saat Yudo mencoba melakukan pengecekan tabungan direkening Master Plus.

ternyata dia tidak menemukan adanya pencatatan Dana masuk dari rekening Gironya tersebut

Anehnya,saat Prima Master Bank dikonfirmasi oleh korban,ternyata uang itu tidak dimasukan kerekeningnya.

Melainkan dimasukan kerekening orang lain. Padahal,Yudo memegang bukti setoran untuk pemindahan bukuan tersebut.

kemudian mereka(Bank Prima) beralasan menyebut bahwa uang tidak masuk. Padahal bukti setoran ada.

Bahkan sampai kasus ini dilaporkan kepolisi hingga Agustinus ditetapkan sebagai tersangka, serta kini menjadi terdakwa, dan menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri(PN) Surabaya

Samas sekali belum ada tanda-tanda itikad baik dari pihak Bank Prima Master menggantikan uang korban (Anugrah Yudo Witjaksono). (BR)