Sidang Putusan Sela,Bos Elektronik ‘Diduga’ Sengaja Ditunda Oleh Hakim PN-Surabaya

0
598

DERAP.ID|| Surabaya,- Sdang putusan Sela Bos Elektronik Pasar Genteng yang tercikik Hukum ‘diduga’ sengaja ditunda oleh Hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebut saja, Djisanto Karoeniadi alias Jimi warga Darmo Permai Utara 1 Surabaya,yang tercrkik hukum karena hutang piutang,yang disinyalir tidak membayar sisa cicilan elektronik kepunyaan Harjanto Jasin. sidangnya kembali memasuki babak baru yakni putusan sela.

Namun setelah ditunggu beberapa menit diruang sidang oleh terdakwa dan kuasa hukumnya yakni Peter Manuputi, merekapun diberitahu oleh Panitra bahwa sidang tidak jadi digelar. Pasalmya Yulisar selaku Ketua Mejelis Hakim yang menangani perkara tersebut belum siap katanya.

dikutip dari dakwaan jaksa Penuntut Deddy Arisandi. disebutkan, terdakwa didakwa bersalah karena melakukan tindak pidana penggelapan yang merugikan Harjanto Jasin yang ditafsirkan sebesar Rp 450 juta

dengan cara yakni mengorder sejumlah barang elektronik berupa Mic, Speaker, Woofer dan Power sejak bulan September 2017 sampai dengan bulan Oktober 2017 dan proses pembayaran terhadap barang-barang elektronik yang dipesan oleh terdakwa tersebut dibayar setelah 3 bulan, semenjak barang diterima oleh terdakwa.

Namun janiji manis pembayaran terdakwa pada korban akhirnya menuai penjara. Ironisnya setelah waktu jatuh tempo prmbayaran menurut sumber yang tak mau namanya dipublikasikan menyatakan bahwa setelah jatuh tempo pembayaran dan ditagih

ada saja alasan terdakwa. bahkan terdakwa sudah diperingatkan secara baik baik oleh korban untuk menyelesaikan hutangnya.

Namun alhasilnya tetap nihil. sebab kata dia,sudah sejak awal saat ditagih terdakwa terus mengulur ulur waktu dengan alasan yang tidak jelas.

“Karena setiap ditagih mbulet,dan hanya janji-janji manis. akhirnya kesabaran Koko Harjanto habis lalu dia dilaporkan kepolisi.kalau dia beritikad baik sejak awal membayar hutangnya,saya rasa persoalan ini tak sampai di Pengadilan. kami hanya menuntut keadilan, setidaknya dia mendapat efek jera,” Umbar sumber digedung Pengadilan Negeri(PN) Surabaya.,Senin (16/03/20).

Diketahui, terdakwa Djisanto Karoeniadi, pada tanggal 11 September 2017 sampai dengan tanggal 23 Oktober 2017 bertempat di Pasar Genteng Lt 3 Blok C-2B Surabaya, melakukan kesepakatan pembayaran barang-barang elektronik. Bahwa pada awalnya terdakwa telah memesan barang elektronik kepada saksi Harjanto Jasin

Berupa Mic, Speaker, Woofer dan Power sejak bulan September 2017 sampai dengan bulan Oktober 2017 dan proses pembayaran terhadap barang-barang elektronik yang dipesan oleh terdakwa tersebut dibayar setelah 3 bulan, semenjak barang diterima oleh terdakwa.

Selanjutnya, mulai dari September 2017 hingga Oktober 2017, terdakwa pesan barang-barang elektronik. Hingga total tagihan sebesar Rp 507.950.000, kemudian oleh terdakwa pada tanggal 24 Januari 2018 barang-barang yang diterima dari Toko Gamelan tersebut sebagian diretur dengan nilai total secara keseluruhan sebesar Rp 25.650.000, sehingga total kewajiban terdakwa untuk dilakukan pembayaran kepada Toko Gamelan adalah sebesar Rp 482.300.000.

Namun oleh terdakwa barang-barang elektronik yang telah diterima dilakukan pembayaran secara bertahap total sebesar Rp 29 juta.

Ternyata tidak dibayar seuluruhnya. karena berdasarkan barang-barang elektronik yang dikirimkan oleh Toko Gamelan berdasarkan pemesanan dari terdakwa dari tanggal 11 September 2017 sampai dengan tanggal 23 Oktober 2017 tidak sepeserpun dibayar oleh terdakwa.

Sehingga akibat Ulah dari perbuatan terdakwa, saksi Harjanto Jasin dari Toko Gamelan ditafsirkan mengalami kerugian yang cukup pantastic yakni sebesar Rp 450 juta. untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,dan mengikuti proses sidang. kini, terdakwa masih ditahan dirumah tahanan (Rutan) Kelas 1 Waru Sidoarjo.(BR).