Laksamana (Purn) Marsetio Untuk Menetapkan Juga Mengabadikan Usman Harun Sebagai Kapal Perang Terbaru TNI AL.

0
553

DERAP.ID || Jakarta,- Nama Usman Harun kembali mengusik ingatan publik Singapura, hampir empat puluh tahun kemudian. Kepala Staf TNI Angkatan Laut saat itu, Laksamana Marsetio menetapkan mengabadikan Usman Harun sebagai kapal perang terbaru TNI AL.

Singapura melayangkan protes. Menteri Luar Negeri Singapura, Shanmugam menyampaikan protes kepada Menteri Luar Negeri Indonesia, yang saat itu dijabat Marty Natalegawa. Rupanya, tabur bunga yang dilakukan Lee Kuan Yeuw tidak berarti negeri Singa telah memaafkan Usman Harun, tetap meradang dengan nama prajurit KKO TNI AL itu.

Indonesia dengan tegas menolak permintaan negeri jiran. Nama Usman Harun tetap disematkan pada kapal fregat ringan multi fungsi terbaru TNI AL.

“Tidak ada pergantian nama. Pemberian nama merupakan hak kita sepenuhnya,” kata Laksamana Marsetio. Kini, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, Kepala Staf TNI Angkatan Laut periode 2012 – 2015 menjadi Guru Besar Ilmu Pertahanan di Universitas Pertahanan dan penasihat Kemenko Maritim dan Investasi bidang Pertahanan dan Keamanan.

Singapura kecewa. Mereka memutuskan tidak akan mengizinkan KRI Usman Harun memasuki perairan Singapura.

Usman Harun ‘Hidup Kembali’
Setelah Singapura menyatakan tak akan mengizinkan kapal KRI Usman Harun mengunjungi wilayahnya, Indonesia dan Singapura saling berbalas pesan.

Publik di acara pembukaan Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) yang berlangsung di Jakarta Convention Center, 19 Maret 2014 dikejutkan dengan munculnya sosok Sersan Dua Usman dan Kopral Harun. Mereka berdua muncul mengenakan seragam loreng KKO di tahun 60-an. Sosok kedua prajurit itu mirip dengan almarhum Usman dan Harun.
Sontak, delegasi Singapura meradang. Mereka meninggalkan ruangan sebelum acara selesai.(Budi R)