“Bejat” Oknum Guru Sekolah Dasar (SD), Tega Berbuat Mesum Terhadap 8 Anak Di Bawah Umur

0
1433

DERAP.ID|| Surabaya,-  Guru Bejat ini  pura pura atau Modus saja untuk memberikan les tambahan, seorang guru sekolah dasar (SD), tega berbuat mesum terhadap 8 anak di bawah umur. Delapan korban pencabulan yang notabene anak didiknya itu dilakukan pelaku di dua lokasi berbeda sebanyak 15 kali.

“Tersangka ini melancarkan aksinya sejak pertengahan November 2019,” tukas Wakasat Reskrim Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya, Kompol Ardian Satrio Utomo saat ungkap kasus asusila yang diperbuat oknum pendidik tersebut di Mapolrestabes,.

Menurut Ardian, selain di kamar mandi sekolahan, aksi bejat pelaku tersebut juga diperagakan kepada korban di rumahnya sendiri, Perum Nirwana Eksekutif Blok EE No. 219 Surabaya saat mengajar les tambahan. Ulah tak senonoh yang dipertunjukkan guru matematika terhadap anak-anak usia antara 10-12 tahun itu terhitung sudah 15 kali.

“Korbannya, 5 laki-laki kelas 4 dan 5, serta 3 perempuan yang semuanya kelas 5. Mereka dicabuli tersangka ada yang sekali, ada juga sampai dua kali,” ungkap Ardian.

Kasus ini terungkap, setelah seorang dari 8 korban memberanikan diri melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke orangtuanya. Berdasar keluhan tersebut, orang tua korban langsung melaporkan perbuatan Nico kepada anaknya ke Polrestabes Surabaya.

“Seketika itu juga, kami bergerak dan menangkap pelaku. Kami dapati barang bukti satu buah stetoskop,” kata Ardian.

Sebelumnya, oknum guru SD di sebuah sekolah di kawasan Surabaya Timur ini mengajak para korban ke rumahnya dengan dalih memberikan les tambahan. Bukannya mendapat pelajaran tambahan, melainkan 8 korban siswa SD ini justru diminta untuk mandi.

“Setelah mandi di rumah tersangka, para korban ini disuruh masuk ke dalam kamar,” jelas Kompol Ardian.

Selanjutnya, oknum guru bermoral bejat ini memeriksa satu per satu dari korban dengan stetoskop yang ditempelkan di bagian dada maupun perut korban. Untuk murid perempuan, pelaku berusia 40 tahun itu meraba payudara dan mengelap bagian intim korban menggunakan tisu.

“Alasannya, membersihkan organ intim korban. Sedangkan, siswa laki-laki yang mandi di kamar mandi sekolah maupun di kamar mandi rumah tersangka, kemaluan korban diraba dan dikocok oleh tersangka,” ungkapnya dalam rilis kasus pencabulan guru SD tersebut.

Akibat perbuatannya, oknum guru cabul yang sudah beristri dan bernama lengkap Nicolas Handy Biantoro ini dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(Budi R)