10 Tersangka Dalam Jaringan Pengedar 7 Juta Pil Koplo Telah Diringkus Polrestabes Surabaya

0
284

DERAP.ID|| Surabaya,- Selama rentang bulan Februari hingga sampai pertengahan bulan Maret 2020, Polrestabes Surabaya meringkus 10 pengedar pil koplo. Dari 10 tersangka dalam jaringan pengedar 7 juta pil koplo yang ditangkap tersebut, dua di antaranya adalah ibu dan anak kandungnya.

“Dua tersangka itu adalah CN, ibu rumah tangga dan JN adalah anak kandungnya sendiri,” Kombes Pol Sandi Nugroho saat mengelar press conference di Mapolrestabes, pada hari Rabu (11/3/2020).

Menurut Kombes Pol Sandi, pelakunya, ibu dan anak kandungnya sendiri ini diciduk pada terakhir, setelah 8 pelaku lainnya sudah ditangkap di sejumlah lokasi yang berbeda. Pelaku Keduanya diringkus Polisi di daerah Kelapa Gading, Jakarta. “Jadi pelaku ibu dan anak Kandungnya sendiri ini adalah kaki tangan para sindikat,” jelas Sandi.

Berdasar informasi yang sempat saya peroleh, pengendali peredaran 7 juta butir pil koplo tersebut adalah seorang narapidana. Dari dalam penjara, napi yang belakangan diketahui berinisial AB ini untuk mengendalikan seluruh gerak beredarnya produk haram tersebut melalui pelaku CN dan JN yang diperankan sebagai kaki tangan.

“Informasi yang kami terima saat ini , adalah tujuh juta butir pil koplo ini dikendalikan oleh Tersangka AB dari Lembaga Pemasyarakatan, dengan kaki tangannya tersangka CN dan JN,” ungkap Kombes Pol Sandi.

Untuk Ia memastikan, 10 orang dalam jaringan pengedar 7 juta pil koplo itu telah diringkus di berbagai lokasi berbeda. Masing-masing dari 10 tersangka tersebut berinisial VR, FN, BD, HN, CN, JN, AS, GG, MN dan DK.

“Jadi Sepuluh pengedar ini ada yang ditangkap, di Surabaya, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Blora, Jawa Tengah, dan Jakarta,” tutur Kombes Pol Sandi.

Sebelumnya,dengan pengungkapan kasus peredaran pil koplo ini, kata Sandi, bermula dari hasil penangkapan pengedar berinisial VR di kawasan Tambaksari, Surabaya. Barang bukti yang diamankan sebanyak 3,6 juta butir pil koplo jenis LL atau ‘Double L’.

“Jadi berawal dari situ, kami berhasil untuk menangkap FN dan AS di wilayah Surabaya lainnya. Barang buktinya 68 ribu butir pil jenis serupa,” katanya.

Setelah kasusnya dikembangkan melalui penyelidikan, akhirnya Polisi meringkus pengedar lainnya berinisial MN dan DK di Kabupaten Kediri, jadi dengan barang bukti 2,4 juta pil koplo. Dari tangan pelaku ini, Polisi mengamankan 20,14 gram narkoba jenis sabu-sabu dan tiga butir pil ekstasi.

“Sementara Tak lama kemudian, anggota menangkap BD di kawasan Dukuh Kupang Barat Surabaya,” katanya.

Selanjutnyajuga, Polisi mengamankan seorang pelaku berinisial HN di Blora Jawa Tengah. Barang bukti yang sempat dimiliki HN berjumlah satu juta butir pil koplo ‘Double L’. “Dan juga terakhir, kami ringkus ibu rumah tangga dan putranya di Kelapa Gading, Jakarta,” ingatnya (Budi R)