Warga Surabaya Mengeluhkan Aliran Air Di Rumahnya Mati Dampak Ada Perbaikan Pipa PDAM Diameter 1.000 Yang Bocor Karena Terkena Tiang Pancang Di Purimas Gunung Anyar

0
458

DERAP.ID|| Surabaya,-  Warga Mengeluhkan aliran air di rumahnya mati. Hal itu terjadi di beberapa kawasan di Surabaya, seperti di Jalan Gayungsari, Tambak Medokan Ayu, Kaliwaron Gubeng, Jambangan dan lainnya.

Sebelumnya, PDAM Surabaya memberitahukan kalau ada perbaikan pipa PDAM diameter 1.000 yang bocor karena terkena tiang pancang di Purimas Gunung Anyar. Perbaikan itu dilakukan sejak Kamis (5/3/2020) pukul 10.00 WIB, dengan estimasi pekerjaan selesai dalam waktu 24 jam atau pada Jumat (6/3/2020) pukul 10.00 WIB.

Adanya perbaikan itu, beberapa daerah pun akan terdampak. Seperti daerah Menanggal, Pagesangan, Ketintang, Korem, Siwalan, Jemur, Pondok Candra, Gunung Anyar, Purimas, Rungkut Madya, Pandugo, Kedung Baruk, Semampir, Mulyosari, Galaxy Mall, Kenjeran, Kedung Cowek, Tambak Wedi, Kedinding, Nambangan, Medokan, Medokan Ayu, Wonorejo, Penjaringan dan Sekitarnya.⁣

Namun, sampai Sabtu (7/3/2020), ternyata perbaikan itu belum selesai. Sehingga, banyak masyarakat yang mengeluh karena aktivitas sehari-harinya menjadi terganggu. Seperti kebutuhan air untuk mandi, masak, dan lainnya.

“Tanya kok belum nyala ya di Medokan Ayu Rungkut? Sudah minta tangki gratis kemarin. Tapi sampai sekarang belum ada juga,” kata Sasa Hutapea warga Medokan Ayu.

“Saya kemarin telpon call center gak bisa, sudah whatsapp ke 08113330666. Saya dibalas kalau nomor ini menerima keluhan dan tidak menerima permintaan tangki air. Malah disuruh telpon call center,” kata Riyanto warga Rungkut Mapan.

“Saya kemarin sudah telpon, dijanjikan ada kiriman tangki. Tapi kok sampai sekarang belum dikirimi? Padahal sudah koordinasi dengan tetangga sekitar,” kata Sendy warga Rungkut Lor.

Menanggapi itu, Binurwati Fitri SPV Humas PDAM Surya Sembada Surabaya mengatakan bahwa perbaikan pipa di sekitar Purimas Gunung Anyar itu mengalami kendala. Salah satunya karena faktor cuaca. Di dalam pipa terlalu banyak genangan. Sehingga proses pengelasan pada pipa tidak bisa dilakukan.

“Kami mohon maaf, karena pekerjaan teknis di lapangan terganggu cuaca. Kami sudah berupaya untuk menguras air di dalam pipa itu. Kami juga sudah dibantu oleh Pemkot Surabaya untuk mendatangkan alat berat.

Fitri menjelaskan, pipa tersebut pecah karena terkena pemasangan tiang pancang atau paku bumi. Pihaknya berharap masyarakat bisa bersabar, karena petugas masih berupaya memperbaiki pipa tersebut.

“Jadi bukan bocor lagi. Tapi pecah. Pihak terkait yang melakukan pemcangan paku bumi juga tidak mengkonfirmasi kalau mau ada pemancangan. Kita tidak menyalahkan, tapi seharusnya ada kerja sama,” kata dia.

Terkait tangki air, Fitri juga mengatakan kalau pihaknya sudah merespon dan hari ini akan dikirimkan ke masyarakat. Namun, karena memang permintaannya yang tinggi membuat masyarakat harus bersabar dan bersedia mengantre. Hari ini, setidaknya ada 17 tangki yang akan beroperasi.

“Kita juga sudah dibantu PDAM terdekat untuk tangki air itu, seperti dari PDAM Sidoarjo. Satu tangki itu bisa dibagi untuk 8 KK. Jadi yang belum dapat kemarin, InsyaAllah hari ini sudah datang. Untuk yang membutuhkan bisa koordinatornya saja yang mengubungi kami. Call center kami 24 jam, dan penelponnya juga sangat tinggi. Mungkin itu yang membuat masyarakat jadi susah menghubungi,” jelasnya. “Intinya, teknis di lapangan kami sudah berupaya. Mereka mulai Kamis tidak pulang,” pungkasnya.(Budi R)