Terdakwa Pasutri Nur Rini Ricwati Alias Rini Binti Dasim Dan Deny Yusanto Bin Kasdi Winoto Yang Menipu Uang 13 Miliyar Minta Keringanan Hukumannya

0
656

DERAP.ID|| Surabaya,-  Pasrah,Nur Rini Ricwati alias Rini Binti Dasim dan Deny Yusanto Bin Kasdi Winoto (berkas terpisah).Yang tercekik kasus tindak pidana penipuan uang milik Eko Santoso Paliohoetomo sebesar Rp 13 Miliar lebih akhirnya meminta keringanan hukuman dari Jihad Arkanudin. Kedua pasangan suami istri(Pasutri) asal Waru-Sidoarjo ini hanya bisa pasrah dan sekali-kali terlihat bergelingan airmata,karena menyesali perbuatannya.

Sidang yang beragenda pledoi dan dilanjutkan dengan pembacaan putusan oleh Jihad Arkanudin,ketua majelis hakim. Nur dan Deny terbukti secara sah dan meyakinkan, bersalah melakukan tindak pidana penipuan. Dan kedua divonis hukuman yang berbeda.

“Menjatuhkan pidana kepada Deny Yusanto Bin Kasdi Winoto 3 tahun dan 6 bulan. Sedangkan Nur Rini Ricnawati alias Rini Binti Dasim 3 tahun penjara,”Ucap Jihad Arkanudin yang membacakan vonis kedua secara terpisah,diruang Candra Pengadilan Negeri-Surabaya,Kamis(05/03/20).

Hal memberatkan, perbuatan kedua terdakwa membawa dampak kerugian pada korban dan meresahkan masyarakat. Sedangkan hal meringankan, kedua mengakui bersalah, dan sopan selama persidangan,serta masih punya tanggung jawab atas kedua anaknya yang masih kecil kata Jihad tambahnya.

Diketahui,Pasangan Suami Istri ini terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar dakwaan Alternatif yakni  378 KUHP Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP. sebagaimana dakwaan jaksa penuntut yakni Yusuf Akbar dari Kejari Tanjung Perak,Surabaya.

Yang mana aksi tipu-tipu tersebut berawal dari ide, Deny Yusanto Bin Kasdi Winoto,yang menyuruh Istrinya( Nur Rini) mencari nasabah guna berinvestasi di PT. Trijaya Pratama Futurea, dan menjajinkan bunga 1/2 % yang lebih tinggi dari PT. Indo Life tempat kedua bekerja.

Selanjutnya terdakwa (Nur Rini) menghubungi saksi Eko Santoso Palioheotomo (korban), yang merupakan masih nasabah di PT. Indo Life,yakni dengan cara mendatangi langsung ke kantornya di PT. Cahaya Agung di Jl. Ikan Kakap No. 6 Surabaya.

Kemudian meminta korban menyetor sejumlah uang yang nantinya akan dipitarkan untuk perdagangan di PT Trijaya Pratama Futurea,serta akan diberikan bunga 3 bulan sekali dengan jangka waktu investasi 1 tahun dan uang modal akan dikembalikan. Selain itu, Nur Rini juga mengatakan kepada korban bahwa suaminya adalah Staf di PT. Trijaya Pratama Future.

Untuk meyakinkan korban kembali,terdakwa mengatakan akan membuatkan Surat Perjanjian/ Letter Of Aggrement dalam setiap penyetoran modal.Tergoda akan hal tersebut korbanpun setuju. Selanjutnya terdakwa memberikan No. Rek BCA 0353119670 atas nama PT. Trijaya Pratama Future. lalu korban menyetorkan sejumlah uang secara bertahap dengan rincian sebagai berikut:

yakni tanggal 19 Desember 2015 dengan prosentasi hasil pengembangan investasi(HPI) 11% jangka waktu 12 bulan sebesar Rp 1 Milyar, dengan dibuatkan Surat Perjanjian/Letter Of Agreement oleh terdakwa. Tanggal 23 April 2016 senilai Rp 1 Milyar dan 100 juta,dan tanggal 6 November 2015 senilai Rp.1 Milyar dan 800 juta, tanggal 19 Juni 2016 senai Rp.1 Milyar dan 300 juta, tanggal 26 Agustus 2016 senilai Rp.1 Milyar dan.800 juta.

tanggal 18 Mei 2016 senilai Rp.300 juta, tanggal 18 Mei 2019 senilai Rp.700 juta, tanggal 14 Desember 2015 senilai Rp.300 juta, tanggal 14 Desember Rp senilai 1 Milyar dan 200 juta, tanggal 19 Februari 2016 senilai Rp 1 Milyar dan 200 juta,tanggal 26 April 2016 senilai Rp 3 Milyar.Agar lebih menyakinkan korban bahwa investasinya benar-benar dikelola langsung oleh PT. Trijaya Pratama Futurea.

Terdakwa membuat tiga buah akun di PT. Trijaya Pratama Future, yakni A/C No. 3003-3336 yang dibuat pada tanggal 23 Oktober 2013 memiliki nilai insvestasi sebesar Rp.15.325.000.000. A/C No. 3003-3337 yang dibuat pada tanggal 29 September 2013 memiliki nilai investasi sebesar Rp.1 Milyar dan A/C No. 3003-3338 yang dibuat tanggal 28 Agustus 2012 memiliki nilai insvestasi sebesar Rp.1.Milyar dan 200 juta dengan menggunakan rekening terpisah dengan sumber uang yang disetor oleh korban.

Kemudian suami terdakwa (Deny)
memainkan trading tersebut dan berakhir dengan kekalahan. Agar korban tidak curiga,terdakwa melakukan penarikan. Namun aksi tipu-tipu Pasutri ini, berhasil diketahui oleh korban. setelah korban menanyakan PT. Trijaya Pratama Futurea. yang mengaku tidak pernah menerima dana investasi dari terdakwa. Lalu korban memilih melaporkan kedua ke Polisi. (BR).