Muhamad Yusuf Effendy,Terdakwa Dugaan Kasus Penganiayaan Atas Amik Pegawai Inpektorat Sidoarjo

0
304

DERAP.ID||Surabaya,-  Muhamad
Yusuf Effendy,terdakwa dugaan kasus penganiayaan atas Amik Pegawai Inpektorat Sidoarjo.Akhirnya dapat mengungkap laporan penganiayaan korban (Amik) yang memojokan dirinya menjadi terdakwa. Menurut Muhamad Yusuf Effendy, persoalan antara dia Vs Amik, berawal yang mana dia dan keluarga berada dalam satu mobil

Dari arah Sidoarjo tujuan Mall Cyto menanggal Surabaya. Setiba dibundaran Waru kata dia, mobilnya berpapakan dengan dua mobil lainnya. Salah satunya mobil milik Korban. dan ketiga mobil tersebut berada dijalur masing-masing,ungkap terdakwa yang diperiksa Hakim Dwi Winarko yang memimpin jalannya sidang, diruang Garuda II Selasa (3/03/20)
.
“Jalan itu tiga jalur, saya djalur yang kanan,satu lagi dikiri sedangkan mobil korban disamping saya. Namun setelah saya ambil kiri masuk Cyto, mobil korban ikut juga,”Ungkap terdakwa. Penjelasan terdakwa,setelah mobilnya dipepet dan jalurnya ditutup oleh korban, diapun memberentikan mobil dan mendatangi korban untuk menanyakan apa yang sedang terjadi.

“Kehadairan saya malah disambut dengan kata kata kasar,hingga dia (korban) memaki saya.tidak itu saja,dia juga menantang saya. kemudian muka saya diludahi, karena emosi lalu saya balas memukulnya,”Ungkap Pria yang bekerja sebagai pegawai di Kementrian ini.

Dia menambahkan, pemukulan itu tidak membawa dampak luka pada pipi korban. Selain itu,kacamata yang dipakai korban juga tidak jatuh atau mengalami kerusakan. Seperti keterangan korban pada sidang selasa minggu lalu. Yang mengadah-ngadah, menyatakan jatuh hingga rusak.Karena kena hantaman pukulan

Sedangkan untuk opname,itu jujga tidak benar. Karena hasil visum menerangkan,tidak ada bagian tubuh korban yang cacat. Pasalnya korban dapat menjalankan aktivitas sehari-hari Tegasnya.Terpisah. Kata kuasa hukum terdakwa yakni Sujai bahwa kasus yang menimpah klienya, hanya masalah sepele,yang semestinya bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Semestinya ini persoalan sepele dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tidak sampai ketingkat Pengadilan. Hanya saja, karena dibelakang korban ada yang ngasih api suruh lapor. akhirnya, niat baik klien saya (Muhamad Yusuf Effendi) yang tadi-tadinya sudah ngaku bersalah dan minta maaf,malah jadi sia-sia alias tidak direspek korban,”Jelaskan Sujai usai sidang kepada Media ini.Lanjut Pengacara yang berkantor dijakarta ini bahwa setidaknya dari persoalan ini,bisa menjadi pelajaran berharga.

Sehingga bila ada persoalan semacam ini dikemudian hari,yang menimpa siapapun itu? Dia menghimbauh, alangkah baiknya diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi harapan itu belum ada kata terlambat bagi kliennya untuk mendapat pengampuan. Untuk itu, Sujai berharap. perkara kliennya bisa berakhir dengan putusan bebas. atau demi keadilan,setidak-tidaknya putusan percobaan pada kliennya, harapnya.(BR)