Miris,Tak Sesuai Fakta,Tapi Menyudutkan Terdakwa

0
217

DERAP.ID|| Surabaya ,-Inilah sikap Terdakwa  Muhamad Yusuf Effendy dan Kuasa Hukumnya yakni Sujai SH.MH yang menanggapi keterangan saksi koban (Amik),atas ucapan yang dinilai penuh kebohongan.Muhamad Yusuf Effendi yang dituding melakukan penganiayaan atas Amik yang tak lain adalah Pegawai Inspektorat disidoarjo.

Kini memasuki sidang babak baru,yakni keterangan saksi korban (Amik).
menurut saksi persoalan yang menimpa Ia versus Muhamad Yusuf Effendi (terdakwa) Awalnya, ia menumpangi Mobil dari arah Sidoarjo menuju Cyto Jl.menanggal, Surabaya.

kemudian setiba di Bundaran Waru, mobil yang dikemudikannya mengambil bahu jalan sebelah kiri,untuk menuju lokasi Cyto. Sedangkan yang bersamaan posisi mobil Muhamad Yusuf Effendi berada di sebelah kanan Jalan.

“Seingat saya mobil terdakwa berada disebelah kanan,tanpa sadar tiba-tiba saya dikejutkan dengan mobil terdakwa, yang menyerempat mobil saya,hingga terjadinya kerusakan(patah)pada Spion saya,”Ungkap Amik sambil memperagakan kronologisnya diruang sidang. Lalu kata Saksi,persoalan itu berlanjut hingga terjadi eker-ekeran saling menyalai kemudian terdakwa emosi,
lalu meludainya,dan diapun balik meludai terdakwa

kemudian terdakwa balik menyerang saksi, dengan memukul bagian mukanya hingga dia roboh,bahkan sempat pingsan,dan sempat diopname katanya saksi. Selain itu,kacamatapun ikut menjadi rusak. Lalu diapun memilih melaporkan terdakwa kepolisi yakni tentang penganiayaan jelaskan Amik.

Namun keterangan korban lagi-lagi dipatahkan oleh terdakwa (Muhamad Yusuf Effendi) dan kuasa hukumnya yakni Sujai SH.,MH. Menurut terdakwa,keterangan saksi (Amik) tidak jauh beda,dengan keterangan saksi minggu lalu.
Pasalnya, banyak yang tidak benar.

Seperti korban menyebut terjadi kerusakan (patah) pada Spion, disebabkan srempatan saya,itu tidak benar. Yang benar,Spion itu dipatahkan sendiri oleh saksi.Dan untuk pemukulan,itu juga tidak benar. Yang benar,saya hanya nampar bukan mukul. Sedangkan yang katanya pernah opname,itu juga tidak benar.

karena hasil visum menerangkan,tak ada yang cacat dibagian tubuhnya. Apalagi dari kejadian itu,saya sudah meminta maaf dan mengajaknya berdamai, tapi ajakan itu ditolak saksi. “Jadi yang jelas, saksi bisa melakukan aktivitas sehari-hari,”Ungkap terdakwa dan diikuti kuasa hukumnya (Sujai) yang membenarkan kepada Dwi Winarko, Ketua Majelis Hakim,diruang Garuda II Pengadilan Negeri Surabaya,Selasa (25/2/20).

Terpisah. Kata Sujai dan Muhamad Yusuf Effendi, atas keterangan saksi Alamsyah dan temannya pada sidang minggu lalu, serta saksi korban (Amik) dini hari tadi, mereka akan mengambil sikap sesudah vonis nanti.

“Saat ini belum bisa ambil keputusan.
Karena sidang masih berjalan.Sesudah vonis baru kita buat keputusan. Tapi yang jelas,kami memandang keterangan
dua saksi minggu lalu yakni saksi Alamsyah dan temannya itu, serta ini tadi keterangan korban (Amik).

Menurut kami banyak yang tidak sesuai fakta. sehingga pandangan hukum kami,itu memberikan keterangan Palsu,”Papar Sujai yang didampingi kliennya (Muhamad Yusuf Effendi). Bahkan Sujai berharap, perkara kliennya ini, bisa berakhir dengan putusan bebas. atau demi keadilan,setidak-tidaknya putusan percobaan sebutnya. (Budi R)