Membenci Seseorang Karna Bisikan Seseorang”Belum Tentu Yang Membisiki Baik ” Padahal Pengkianat

0
2511

DERAP.ID,- Dalam kitab Ma Dza Fi Sya’ban, Sayyid Muhammad al-Maliki menyebutkan beberapa dosa yang dapat menghalangi ampunan Allah. Di antaranya adalah kebencian kepada orang lain. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Saw:

“Pintu–pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, lalu setiap hamba yang tidak menyekutukan sesuatu apa pun dengan Allah mendapat ampunan, kecuali lelaki yang antaranya dan saudaranya ada kebencian. Dia lalu berfirman: “Tangguhkanlah kedua orang ini sampai mereka berdamai”

Semestinya kebencian wajib dihilangkan dari hati seorang yang beriman kepada Allah dalam setiap waktu. Walaupun demikian, kewajiban menghilangkan kebencian ini semakin dikuatkan pada waktu-waktu utama dan penuh berkah, seperti bulan Sya’ban, bulan Ramadhan, hari Senin dan Kamis dan seterusnya.

Sungguh tak ada alasan bagi kita untuk membenci orang lain terutama dengan orang yang seiman. Karena jangankan untuk membenci, kita malah tidak berhak berprasangka buruk sedikit pun kepada orang lain. Apabila terdapat sesuatu yang tidak disukai dari orang lain, maka kita dituntut untuk memaafkan dan tidak menampakkan rasa kesal, marah dan kebencian. Dalam Alquran surat Ali ‘Imran ayat 33-34, Allah berfirman;

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Selain itu kebencian dapat mengundang datangnya keburukan-keburukan yang lain. Kebencian membuat kita melupakan kebaikan seseorang terhadap kita, menjadikan kita mengungkit kebaikan kita terhadapnya, mengingat semua kesalahannya, dan melupakan kesalahan kita kepadanya.

Kebencian juga membuat kita tidak peduli dengan nasehat kebenaran, karena melihat darimana asalnya nasehat tersebut. Apabila nasehat kebenaran itu datang dari orang yang kita benci, kita cenderung tidak akan menerima. Ada banyak keburukan yang timbul karena berawal dari kebencian, sehingga dapat kita maklumi apabila kebencian ini dapat menghalangi ampunan Allah. (Budi R)