Pegawai Inspektorat Jadi Terdakwa Karena Di Tuding Penganiayaan

0
339

DERAP.ID Surabaya ,- Miris,persoalan sepele. Pegawai Inspektorat menjadi terdakwa,karena dituding melakukan penganiayaan atas salah seorang Pegawai Kementrian Sidoarjo.

Muhamad Yusuf Effendi, terdakwa tudingan penganiayaan terhadap Amik Pegawai Kementerian Sidoarjo

Kembali diduduki dikursi pesakitan untuk menjalani sidang keterangan saksi,yakni Amik (korban), dan Alamsah

Miris, tudingan penganiayaan yang semestinya dapat menempuh jalur damai antara terdakwa dan korban

malah harus berbuntut panjang hingga Muhamad Yusuf Effendi dilaporkan kepolisi dengan tudingan “Penganiayaan” oleh Amik.

Dalam kesaksiannya Amik dan Alamsah menuturkan, bahwa asal muasal kasus tersebut berawal pada, Kamis 26 September 2019. Yang mana ia bersama keluarga menumpangi satu mobil dari arah Sidoarjo menuju Cyto Menanggal, Surabaya.

Setiba di Bundaran Waru ketika mengambil jalur kiri menuju lokasi Cyto.
Ia dan keluarga terkejut mendengar suara ‘brak’ yang disenggol mobil Yusuf.

Selanjutnya kata Amik, Ia lalu mencoba membuka kaca untuk menegur mobil tersebut.

Tapi tegurannya dibalas dengan kata-kata yang tidak menyenangkan oleh salah seorang Ibu yang berada dalam mobil kata Amik.

“Maksud saya hanya menegur, tapi malah dibalas dengan kata-kata yang tidak menyenangkan oleh salah seorang Ibu yang berada didalam mobil itu,”Jelasnya

korban kepada Dwi Winarko yang memimpin sidang.

Tambah Dia, setelalah peristiwa itu dirimya tak menanggapi ocehan Ibu tersebut.

Kemudian dirinya kembali menutup kaca mobil.Tapi ketika memasuk lokasi Cyto, Mobil yang ditumpangi Yusuf menepi,
lalu keluarlah terdakwa menghampirinya.

“Awalnya hanya ribut kata-kata, kemudian berlanjut saling meludah, hingga terjadi pemukulan dia(Yusuf) ke saya(Amik).Atas pemukulan itu kacamata saya rusak, pipi kanan memar, dan telapak kanan lecet. Lalu Saya dituntun Pak Alamsah suruh melapor,” Sambung Amik.

Terpisah. Menurut Tony SH kuasa hukum Yusuf kepada Media, bahwa tudingan penganiayaan sebagaimana yang diceritakan saksi korban dalam sidangnya.

Kata Dia, ada yang tidak benar. Seperti korban menyebut pernah diopname, hal itu tidak benar. Pasalnya hasil visum disebutkan, korban dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, korban berlaku kasar kepada kliennya saat akan ditanya. Hingga membuat kliennya naik pitan lalu spontan balik menampar,bukan memukulnya (korban) kata dia,dan dibenarkan Yusuf.

Bahkan Tony berharap, kasus ini berakhir nantinya dengan putusan bebas. Atau demi keadilan,setidak-tidaknya putusan percobaan.

“Semoga begitu sebagaimana yang kita harapkan,”Harap Tony, usai sidang digedung Pengadilan Negeri(PN) Surabaya, Selasa(18/02).

Atas persoalan ini, Muhamad Yusuf Effendi kini menjadi terdakwa. Dan dia, didakwa bersalah oleh Jaksa Penutut yakni Wiwid dari Kejari Surabaya. Melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHPidana tentang penganiayaan.(BR).