ABK KM MT Equinox Funafuti Asal Singapura Yang Bersandar Di Tanjung Perak Surabaya Dicurigai Terjangkit virus Corona.

0
675

DERAP.ID|| Surabaya, Kru kapal asal Singapura yang sandar di Tanjung Perak dicurigai terjangkit virus Corona. Isu yang beredar tersebut sempat mengembuskan kabar, bahwa kru yang diduga mengidap wabah dari Wuhan, Tiongkok tersebut diisolasi dalam kapal.

Berdasar data yang diperoleh, kapal dengan gross register tonnage (GRT) 13620 GT itu mengangkut 22 kru. Kapal asal Singapura dengan nama MT Equinox Funafuti (MT Equinox) dan terdaftar anggota International Maritime Organization (IMO) bernomor 9486245 tersebut berangkat, 7 Februari 2020.

Data tersebut juga mencatat, kapal yang disinyalir mengangkut kru terinfeksi virus Corona ini adalah kapal berbendera Tuvalu. Mengutip wikipedia, Tuvalu merupakan sebuah negara kepulauan di Samudera Pasifik, atau tepatnya berada di antara Hawaii dan Australia. Tetangga terdekat Tuvalu atau dulunya dikenal sebagai Kepulauan Ellice, adalah Kiribati, Nauru, Samoa dan Fiji.

Sementara, informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kapal MT Equinox sandar di dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak pada, Senin (17/2/2020) pagi. Sumber dekat menyebut, kapal yang berangkat dari Singapura itu merapat ke Tanjung Perak dan memulai kegiatannya sekitar pukul 09.00 Wib.

“Tadi pagi. Sandar persisnya jam 04.50 Wib. Jam 09:00 Wib mulai kegiatan,” kata sumber di lapangan yang enggan disebut identitasnya.

Merespon hal ini, institusi berwenang di Tanjung Perak, seperti Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Tanjung Perak, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya di Tanjung Perak dan Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak langsung melakukan tindakan. Beruntung, upaya cepat tanggap dari unsur kepelabuhanan tersebut menghasilkan deteksi negatif dari kru yang dicurigai tertular virus Corona.

Sebelumnya, menanggapi laporan terkait isu kru kapal MT Equinox yang dicurigai terjangkit virus COVID-19 dan diisolasi di kapal, petugas Karantina Kesehatan memutuskan melakukan pemeriksaan ulang kapal. Dari hasil kegiatan Pengawasan Kedatangan Kapal diperoleh konfirmasi, bahwa pada pukul 09.30 Wib, petugas melakukan boarding di atas kapal MT Equinox yang sandar di dermaga Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak dengan kelengkapan alat pelindung diri (APD).

Selanjutnya, petugas KKP melakukan pemeriksaan ulang seluruh kru yang berjumlah 22 orang, meliputi pemeriksaan suhu dengan thermal infrared gun, dan memeriksa tanda-tanda radang pada tenggorokan. Hasil dari pemeriksaan ditemukan, tidak ada anak buah kapal (ABK)/kru kapal dengan suhu di atas 38°C, dan tidak ada gejala radang pada tenggorokan.

Kesimpulannya, hasil pemeriksaan yang dilakukan 2 petugas KKP terhadap 22 kru tersebut menyatakan, kapal MT Equinox telah diberikan izin karantina atau completed operation plan (COP) at 13.30 LT 14-02-2020 alias rencana pemeriksaan telah lengkap.

“Sudah diperiksa karantina kesehatan pelabuhan… dan dinyatakan clear,” ungkap Kepala KSU Tanjung Perak, M. Tohir menjawab konfirmasi di pesan pendeknya.

Seperti diketahui, merebaknya wabah Corona memaksa KSU Tanjung Perak menerbitkan surat edaran (SE) kewaspadaan terhadap antisipasi sebaran virus Corona di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Di antara butir SE Nomor : UM.209/01/17/SBY.TPr/2020 tentang Pencegahan Penyebaran Wabah Virus Corona (Corona Virus/2019 – nCov) di Wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tertanggal, 5 Februari 2020 itu menyebut, 4 negara endemik wabah Corona diwaspadai. Pada butir 2 poin a di SE yang ditandatangani Kepala KSU Tanjung Perak, Ir. M. Tohir tersebut menyatakan, sebelum kapal-kapal dari daerah atau negara endemik Virus Corona antara lain, China, Hongkong, Singapura dan Malaysia memasuki wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya harus menyampaikan data Last Voyage dan data awak kapalnya.

Data-data yang akan diinformasikan kepada petugas Vessel Traffic System (VTS) Distrik Navigasi Kelas I Surabaya ini, selanjutnya diteruskan kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya dan Kepanduan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)/Pelindo III. Upaya ini merupakan bagian dari antisipasi penyebaran wabah virus Corona (Corona Virus/2019 nCoV) di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Ini sudah menjadi kesepakatan bersama, antara Kesyahbandaran Tanjung Perak dengan KKP dan Pelindo III dalam rangka waspada wabah Corona di wilayah Tanjung Perak,” jelas M. Tohir dikonfirmasi, Rabu (5/2/2020) lalu. (Budi R)