Dankodiklatad, Letjen TNI AM. Putranto S.Sos Menerima Secara Langsung Rombongan Delegasi Dari Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad

0
213

DERPA.ID||  Pihak Universitas Padjajaran (Unpad) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Kodiklat Angkatan Darat (Kodiklatad) sebagai kelanjutan dari perencanaan pengembangan sumber daya manusia TNI AD. Dankodiklatad, Letjen TNI AM. Putranto S.Sos menerima secara langsung rombongan delegasi dari Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad yang dipimpin oleh Wakil Dekan, Dr. Sc. Yoga Adriana Sendjaja, ST, M.Sc di ruangan Ganesha, Makodiklatad.

Diskusi yang berlangsung mengusung konsep sistem manajemen kebencanaan. Didahului dengan adanya pemaparan gagasan oleh Wadek yang mendukung adanya program pengurangan resiko bencana dengan mengoptimalkan peran Bintara Pembina Desa (Babinsa). Peningkatan kemampuan Babinsa didapatkan melalui berbagai sosialisasi dan pendampingan oleh akademisi dan peneliti. Bahan sosialisasi tentunya berupa data yang berbasiskan riset yang dapat dilakukan terlebih dahulu. “Babinsa nantinya diharapkan akan dapat membantu pengisian big data kebencanaan wilayah lokal, melakukan koordinasi dengan aparat setempat serta meningkatkan kemampuan tanggap bencana masyarakat lokal,” ungkap Yoga.

Kemudian ada penjelasan dari Dr. Cipta Ediana, ST, MT yang menerangkan bahwa Unpad memiliki 16 Fakultas dan 5 pusat riset unggulan yang dapat memberikan upaya terbaik guna membantu peningkatan SDM Babinsa. “Kita akan mengoptimalkan Pusat Riset Kebencanaan Unpad yang dapat memberikan fokus kepada riset penelitian serta manajemen bencana guna membantu respon dalam tanggap bencana melalui kerjasama seluruh stakeholder terkait seperti BNPB, BPBD, TNI serta pemerintah daerah”, kata Cipta.

Selanjutnya, Dankodiklatad mengucapkan terimakasih atas adanya diskusi secara mendalam tentang adanya konsep sistem kebencanaan ini, “Tentunya dibutuhkan juga masukan dari berbagai pihak terkait seperti Pusat Teritorial Angkatan Darat serta staf umum Mabesad sehingga tidak menyimpang dari aturan yang berlaku”, tambahnya.(Budi R)