Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa Mengklaim, Ketika kecolongan Ada Anggotanya Yang Masih Aktif

0
545

DERAP.ID|| Magelang,-  Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa mengklaim1 ketika kecolongan ada anggotanya yang masih aktif, yakni Dony Pedro, mendirikan kelompok King of The King. Dia menjamin yang bersangkutan diproses sesuai hukum dan aturan.

“Kami juga baru tahu, kami merasa kecolongan tetapi itu adalah tanggung jawab saya, jadi harus diperbaiki, proses hukum, kita lihat kesalahan demi kesalahan,” kata Andika Perkasa di Magelang.

KSAD Andika Perkasa mengatakan bahwa Dony Pedro tengah diproses hukum melalui pengadilan militer. Dony Pedro kini ditahan di Pusat Persenjataan Infanteri Bandung sejak 31 Januari lalu.

“Proses hukumnya di pengadilan militer dan itu kami kawal benar sehingga proses hukum dalam hal penegakan KUHP militer itu benar-benar memberikan rasa keadilan kepada korban-korban penipuan. Tidak akan dilepas,” katanya.

King of The King Kasusnya, lanjut Andika, akan terus untuk ditelusuri. Itu akan dilakukan karena melibatkan banyak dari kalangan warga sipil yang merupakan rekan Dony Pedro.

KSAD Andika Perkasa kasus King of The King menjadi pembela dan terus jarang atau evaluasi. Dia tidak ingin TNI aktif yang kembali membentuk kelompok serupa lalu melakukan penipuan.

“Kta jangan sampai terlanjur kebablasan karna Letnan Satu D ini. Kami pasti akan jaga terus sampai proses hukum, ini nggak main-main,” imbuhnya.

King of The King Kasusnya sangat mencuat ketika kelompok mereka mengklaim dan juga mampu melunasi seluruh utang Indonesia. Mereka juga mengaku bisa untuk memberi kesejahteraan kepada masyarakat khususnya Warga Negara Indonesia

Sementara ini King of The King Spanduknya sudah bertebaran di Kota Tangerang. Pihak Kepolisian lantas untuk bergerak dan menangkap pengurus kelompok tersebut. Polisi udah mengamankan 4 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Salah satunya adalah Dony Pedro yang merupakan anggota TNI aktif berpangkat Letnan satu. kini menjalani proses hukum melalui peradilan militer.

“Dony Pedro sudah mulai menjalani proses hukum sejak tanggal 31 Januari 2020 di Pomdam III/Siliwangi karena Doni Pedro diduga telah melakukan Tindak Pidana dengan cara penipuan,” ucap Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Candra Wijaya.(Budi R)