Kemenko Marves Kumpulkan Stakeholder Persiapan TSS Di Selat Sunda Dan Pulau Lombok

0
177

DERAP.ID || Jakarta,- Traffic Separation Scheme (TSS) atau pemisahan alur laut untuk kapal-kapal yang akan berlayar diterapkan di Negara Indonesia pada Juni 2020 mendatang. Untuk berbagai persiapan untuk  dilakukan oleh pemerintah Indonesia supaya mematangkan konsep tersebut.

Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan mengadakan rapat koordinasi juga membahas permasalahan teknis untuk pelaksanaan TSS tepatnya di Selat Sunda atau Pulau Lombok.

“Saya sebagai Penasihat Menkomar Hankam Sudah saya cek kesiapan masing-masing kementerian dan lembaga,” ungkap Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio di kantor Kemenko Marves, Jumat kemarin  (31/1).

Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio, saat  rapat tersebut juga dihadiri oleh beberapa stakeholder terkait, Danseskoal Laksda TNI Amarulla Octavian dan juga tampak hadir dalam rakor 2020 tersebut.

Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio semua segala hal yang akan dilakukan di Negara Indonesia kita ini untuk supaya pemberlakuan TSS itu supaya dibahas dalam rapat.

“Tadi kita bicarakan kesiapan TSS, jadi semua stakeholder terkait harus ready,” kata Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio

Pemberlakuan TSS di Selat Sunda dan pulau Lombok supaya ditetapkan pada sidang International Maritime Organization (IMO) Maritime Safety Committee (MSC) ke-101 juga berlangsung di Markas Besar IMO, London, Inggris, Bulan Juni lalu 2019 .

Negara Indonesia kita ini menjadi negara kepulauan (archipelagic state) pertama di dunia yang memiliki sebagai bagan pemisahan alur laut di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Rencana akan di Selat Sunda dan Selat Lombok itu merupakan 2 dari 4 choke points yang akan ada di ALKI dan juga di Selat Malaka dan Selat Makassar.(Budi R)