Tega Nipu Tunangan. Rp 7,7 Miliar Modusnya Buat Berjudi.

0
524

DERAP.ID|| Surabaya,- Tipu Tunangan dan Calon Ibu mertua, bilang investasi.
Rp 7,7 Miliar ‘raip’ ditangan kekasih. Kalakuan Pria yang satu ini sungguh terlalu dan terlalu,dan tak pantas untuk ditiru oleh para Pria lainnya. Sebut saja Khendy. Gara-gara jadi penggila judi, dia tega menggasak uang Calon Mertuanya yakni Nadya Karunia Laruang sebesar Rp 7.708. 260. 000 Miliar

Akibat perbuatan serakah tersebut,Pria berketurunan China yang tinggal di Apartemen Supermall Mansion Tanglin Tower Orchard Jl.Lontar Menganti ini harus menerima Nasibnya jadi terdakwa Begini kisah singkat antara terdakwa dan korban.Awalnya, Khendy dan Nadya Karunia Laruang (korban) berkenalan di Bandara Juanda Sidoarjo.Karena merasa cocok keduanyapun sepakat berpacaran

Kemudian Khendy mengaku bekerja disalah satu Perusahaan Swasta yang bergerak dibidang peternakan disidoarjo. Hubungan baru seumur jagung yakni 1 bulan,diapun mulai memberanikan diri menawarkan investasi pakan ternak pada pacarnya.Karena tertarik Laurapun mengajak Ibunya yakni Liza Taning. Dari invesatasi itu keduapun semakin lama semakin mesra hingga pasangan yang sedang mabuk asmara ini memutuskan bertunangan.

“Awalnya Bisnis berjalan baik sehingga kedua memutuskan bertunangan,”Sebut salah satu sumber yang tak mau namanya dipublikasikan Kamis(30/01) digedung PN Surabaya. Namun dibalik pertunangan itu ternyata Khendy mempunyai niat jahat kepada sang tunangan dan calon Ibu mertuanya. Lalu diapun (Khendy) kembali membuat modus baru dengan mengajak tunangannya untuk Berbisnis tepung dan minyak

”Ternyata apa yang disampaikan terdakwa kekita itu tidak benar semua. Karena setelah kami cek,tidak ada kerjasama pakan ternak. Dia juga sudah lama tidak kerja diperusahaan pakan termak itu,”Kata Nadya pada sidang minggu lalu.Atas ulah terdakwa ini rencana pernikahan pun terancam kandas.

Setelah mengetahui terdakwa memakai uang Rp 7,7 Miliar untuk berjudi di Singapore dan di Malaysia. Uang juga dipakai untuk membeli mobil dan perhiasan, sisanya digunakan berpoya-poya serta kebutuhan sehari-hari oleh terdakwa. Usai menghabiskan uang bukannya bertanggungjawab tapi malah menghilang. Korban yang habis kesabaran akhirnya melaporkan Khendy kepolisi tentang penggelapan.

Dan Kamis (30/01/2020) diruang Sari 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya terdakwa kembali menjalani sidang dengan agenda,pemeriksaan terdakwa. Terpisah. Menurut Kuasa Hukum korban yakni TH, SH dan PP, SH. Bahwa kasus yang dialami kliennya(Nadya) jauh-jauh hari sudah dirancang secara struktur dan masive oleh terdakwa

Untuk mengincar uang korban dan orang tuanya. Hal itu terlihat dari Bisnis pakan ternak yang belum selesai terdakwa sudah kembali mengajak korban dan orang tuanya pindah keinvestasi lain. Padahal kata TH dan PP hasil keuntungan investasi pakan ternak saja belum dirasakan oleh korban.

“Semua keterangan yang disampaikan terdakwa tadi diruang sidang, itu bohong semua.Tidak masuk akal masa uang banyak itu dipakai untuk berjudi?.Tapi kita lihat saja, karena Jaksa juga sudah mulai bekerja untuk menyelidiki TPPUnya,”Papar keduanya usai sidang pada Derap NASIONAL.ID Selain itu, kedua berharap supaya terdakwa dihukum sesuai perbuatannya dan mengembalikan uang milik korban. “Harapan kami selaku kuasa hukum,dia harus dihukum sesuai perbuatannya sehingga mendapat efek jera dan mengembalikan seluruh uang korban,”Tegas kedua sambil berharap putusan nanti memuaskan.(Rb)