Begini Kata Kuasa Hukum Atas Tuntutan 1 Tahun Pada Mak Susi

0
256

DERAP.ID || Surabaya,- Jaksa Penuntut Mohammad Nizar dan Rista Erna akhirnya menuntut Tri Susanty alias Tri dengan hukuman pidana 12 Bulan penjara. Dalam tuntutannya kata kedua jaksa yang berdinas di Kejati Jawa Timur. Terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana dengan secara sengaja melawan hukum.Yaitu membuat keonaran yang mengganggu ketertiban umum di Masyarakat.

Sehingga perbuatan terdakwa dapat dipertanggungjawabkan dihadapan hukum. “Menuntut pidana penjara selama 12 Bulan,”Baca jaksa Rista Erna dalam surat tuntutannya. Selain membaca tuntutannya Rista Erna juga mempertimbangkan hal memberatkan dan hal meringankan. Hal memberatkan terdakwa membuat keonaran dimasyarakat. Hal meringankan, terdakwa berlaku sopan selama persidangan dan mempunyai tanggung jawab keluarga.

Surat tuntutan yang dibacakan secara bergantian dan diuraikan secara jelas,terang dan benar ini. Pada pokoonya,Susi dianggap bersalah karena terbukti melakukan tindak pidana keonaran ditengah Masyarakat. Sebagaimana tertuang dalam pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana (selanjutnya UU 1/46) dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Atas ulah terdakwa yang menyebarkan berita bohong atau hoax melalui sarana elektronik yakni WhatsaAp terkait perusakan sangsaka merah putih (bendera) di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya pada Jum’at (16/8/2019) lalu tersebut Akhirnya memicu masa melempar Asrama Mahasiswa Papua dengan batu,dan merusak pagar Asrama.

Terpisah. Menurut kuasa hukum terdakwa yakni Sahid. Bahwa Kasus yang menckik kliennya semestinya bukan kasus delik aduan. Pasalnya kata Pria asal Madura ini. Selama persidangan sampai masuk tahap tuntutan ini,JPU tidak bisa membuktikan berita bohong yang menjadi penyebab timbul masalah

“Aneh saja. Semestinya bukan Surabaya tapi di Papua. Seharusnya kan yang kena dampak langsung. Artinya pasal ini pasal yang kena dampak langsung (terprovokasi). Kan di Surabaya tidak ada keributan atau yang terprovokasi,” pungkas sambil senyum tipis pada DERAP.ID usai sidang digedung Pengadilan Negeri Surabaya. (Rb)