Anak Arzeti Memutuskan Untuk Menempuh Pendidikan Sebagai Seorang TNI Angkatan Udara

0
459

Derap.ID Jakarta,- Belum banyak orang tahu kalau anak model cantik Arzeti Bilbina ternyata menempuh pendidikan sebagai seorang TNI.  Ya, di saat banyak anak artis memilih kuliah di luar negeri, anak Arzeti justru memilih masa depan lain. Anak Arzeti memutuskan untuk menempuh pendidikan sebagai seorang TNI Angkatan Udara.

Karena hal itu, mantan artis yang kini memasuki dunia politik itu harus merelakan sang anak jauh darinya lantaran bersekolah di Magelang. Arzeti harus mengikhlaskan Bagas yang tengah menempuh pendidikan militer.

Di akun instagramnya terlihat kini Bagas berambut cepak dan berkulit hitam. Bagas terlihat tengah mengancingkan kemeja akademi militernya dan beribadah di asramanya. Melepas anaknya untuk memulai karir di militer, Arzeti memanjatkan doa dan rindu kepada putra sulungnya itu.

“Allah akan jaga sehat dan semangat hambanya jika kita selalu menyegerakan waktu untuk bertemu dengannya. Makasih sayang untuk tanggung jawabmu. Love you much kaka,” tulis Arzeti di akun Instagramnya Saat dikonfirmasi Arzeti membenarkan anaknya tengah mengikuti akademi militer.

“Iya itu anakku yang pertama, sekarang sekolah di SMA Taruna Nusantara, Magelang,” kata Arzeti. Arzeti mengaku masih berat melepas putranya untuk hidup di asrama militer. Sebab, ia terpaksa harus jarang bertemu dengan Bagas.

“Ketika hatiku merindu..Allah akan jaga dirimu di setiap kesempatan.. teruslah mendekat dan memohon kepada Allah… karena itulah yang bisa menyelamatkan dan membantu kita.. love u @bagaswrs,” tulis Arzeti membagikan foto-foto Bagas yang sibuk di akademi militer.

Arzeti mengatakan jika ia tidak mendorong Bagas untuk berkarir di militer.
Keputusan itu datang dari kemauan putranya sendiri. “Katanya mau jadi penerbang Angkatan Udara (AU),” ungkap Arzeti.

Kata Arzeti, kemauan putranya itu bisa jadi melihat sosok eyangnya yang merupakan jenderal TNI. “Mertuaku purnawirawan Angkatan Darat (AD),” kata Arzeti. Arzeti mengaku tidak memiliki harapan yang muluk-muluk untuk karir anaknya. Ia hanya berharap anaknya bisa jadi orang bermanfaat bagi negaranya.

“Bismilah, biar bisa menjadi hambanya yang bertanggung jawab dan bermanfaat,” kata Arzeti.Ketika disinggung soal komentar netizen yang menyebut putranya calon jenderal, Arzeti mengaku tidak akan memaksakan karir anaknya.

“Memang eyang dan adik eyangnya jenderal, tapi bismilah, ngalir aja buat anak-anakku,” jelas Arzeti. Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Arzeti sudah terbiasa berpisah dengan anak-anaknya.

Hal itu sebab ia memilih menyekolahkan anak-anaknya di pesantren. Ketika disinggung soal komentar yang menyebut putranya calon jenderal, Arzeti mengaku tidak akan memaksakan karir anaknya.

“Memang eyang dan adik eyangnya jenderal, tapi bismilah, ngalir aja buat anak-anakku,” jelas Arzeti. Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, Arzeti sudah terbiasa berpisah dengan anak-anaknya.Hal itu sebab ia memilih menyekolahkan anak-anaknya di pesantren.

“Aku masukkan anak ke pondok (pesantren). Sekarang, dia SMP. Memang, buat aku, anak itu harus di sekolah Islam,” tutur Arzetti. Diujarkan Arzetti Bilbina, sikapnya itu bukanlah terkait proteksi terhadap sang anak, melainkan agar buah hatinya itu semakin mencintai agama dan Tuhannya.

“Bicara proteksi, sih, nggak. Biar dia tau bahwa semua ini adalah jalannya Allah. Jika dia cinta dengan agamanya, dia akan semakin takut dengan Allah,” ucapnya.

Meski melakukannya atas rasa cinta yang begitu dalam, Arzetti Bilbina mengaku sesungguhnya juga sedih tatkala sang anak harus tinggal di pondok pesantren. Namun, semua itu seakan terbayar ketika Arzetti Bilbina membayangkan sang anak, dengan baju koko, keluar dari masjid setiap usai salat.

Alhasil, Arzetti Bilbina mengaku amat bersyukur lantaran masih memiliki kesadaran untuk menyekolahkan anaknya di pondok pesantren. “Justru aku cinta sama dia, makanya aku masukkan ke pondok (pesantren). Emang aku nggak nangis, ngelihat anakku mandi jam tiga pagi?

Tapi setelah itu dia salat subuh di masjid dan salat lima waktu dengan baju kokonya tak pernah lepas setiap saat, masya Allah,” tuturnya.”Ya, aku masih bersyukur sama Allah karena aku masih dikasih ilmu dari Allah bahwa ternyata harus masuk ke sekolah Islam, bukan sekolah internasional,” lanjut Arzetti Bilbina.(Budi R)