Stevanus Menggugat PT. Apartemen Puncak Dharmahusada, Penggugat Sampaikan Kesimpulan Fakta Sidang

0
849

Surabaya,DERAP.ID ||,- Kasus customer yang menggugat penggembang PT.Puncak Dharmahusana memberikan kesimpulan Penggugat. Penggugat dalam hal ini Stevanus Efendy Customer yang merasa dirugikan secara finansial dalam pembelian apartemen diwakili kuasa hukum Lantur Setijadi SH mengatakan,
Bertindak untuk dan atas nama klient kami Stevanus Efendy yang dalam hal ini
selaku penggugat/tergugat Rekonpensi. Dalam hal ini Mengajukan kesimpulan atas fakta
fakta yang terungkap dipersidangan yang didasarkan atas bukti-bukti dan keterangan
sasi saksi sebagai berikut: Yang pertama, bahwa dimohonkan seluruh dalil-dalil tanggapan Penggugat sebagaimana terurai dalam tersebut di atas, di anggap diulangi kembali disini serta merupakan satu-kesatuan yang tidak terpisah dengan dalil-dalil gugatan dalam kesimpulan ini.
Kedua ditambahkan Lantur Setijadi SH, bahwa dalam gugatan penggugat telah mendalilkan beberapa hal yang pada intinya adalah sebagai berikut. ” Bahwa Telah Terjadi Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan Oleh Tergugat/Penggugat Rekopensi. Bahwa dalam hal terjadi nya tersebut di atas Penggugat mengalami kerugian Yang besar dan tidak dapat menikmati hasil pembelian nya yaitu berupa Apartemen” ujar Lantur saat ditemui di PN Surabaya Rabu (15/1/2020) .
Bahwa serta telah selesainya di ajukan proses gugatan setelah itu Penggugat mengajukan alat Bukti Surat dan saksi yang relevan dalam mendukung dan menguatkan dalil-dalil pada gugatan nya. Bahwa dalam meneguhkan dalil-dalil nya Penggugat telah mendatangkan saksi-saksi yaitu, Yanto Gunawan : yang pada Pokok nya menerangkan. Bahwa saksi adalah juga seorang Customer dari PT Apartemen Puncak. Saksi dulu juga pernah membeli sebuah Apartemen dari PT Apartemen Puncak namun tidak segera ter-realisasi bangunan apartemen tersebut. Bahwa karena tidak segera di terbangun, bangunan apartemen tersebut, maka saksi berinisiatif untuk mencari pihak ke 3 untuk meneruskan atau mengambil alih bangunan yang di maksud. Selain itu, saksi juga menawarkan apartemen tersebut kepada saudara penggugat. “Saksi ini pernah mengikuti penggugat bertemu dengan tergugat bahwa tergugat meminta uang sejumlah RP 200.000.000,-(Dua ratus Juta Rupiah). Yakni denda pembayaran atas keterlambatan Pembayaran, namun pada saat itu penggugat dan tergugat yang di wakli staf nya pembayaran denda sebesar membayar Tujuh Puluh Juta Rupiah.”ujar Lantur Setijadi SH.
Sementara itu saksi lain, David Novian Suhardi : yang pada Pokok nya menerangkan. Bahwa pernah ikut, dengan penggugat guna membayar pelunasan apartemen tersebut sebesar Rp.90.000.000,- (Sembilan Puluh Juta Rupiah). “Bahwa awal uang sejumlah sebesar Rp.90.000.000,- (Sembilan Puluh Juta Rupiah) tersebut adalah untuk pembayaran pajak, namun oleh PT puncak selaku tergugat di arahkan guna membayar pokok angsuran.” kata Stevanus Efendy. Ditambahkan Stevanus, bahwa saksi yang di sampaikan pada saat persidangan adalah benar-benar orang yang mengetahui letak permasalahan yang jelas dan oleh karena itu argumentasi kesaksian nya dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.
Terus kenapa tagihan yang semula 90 juta itu, tiba-tiba berubah lagi menjadi 300 juta.

“Jadi ini udah keterlaluan buat saya Pribadi, dan saya merasa sangat dirugikan. Sudah membayar lunas, tapi kenyataannya apartemen gak jadi jadi dibangun hingga sekarang, malah saya ditagih 300 juta” pungkas Stevanus Efendy yang menggugat Nanang Lesmana, PT.Puncak Dharmahusada.(Budi R)