Anak Kandung Berebut Saham PT Zangrandi Prima

    0
    364

     

    Surabaya, DERAP.ID || ,- Sidang dalam kasus penggelapan saham PT Zangrandi Prima, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya di ruang Garuda 1, dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

    Pada persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo dari Kejaksaan Negeri Surabaya, menghadirkan empat orang terdakwa yang disidang dalam berkas terpisah. Keempat terdakwa tersebut adalah Ir. Willy Tanumulia, drg. Grietje Tanumulia, Emmy Tanumulia, dan Fransiskus Martinus Soesetio.

    Surat dakwaannya, JPU menyebutkan keempat terdakwa telah melakukan tindak pidana penggelapan saham sepuluh lembar milik korban Evy Susantidevi Tanumulia atau senilai Rp.10 JT, (Sepuluh Juta Rupiah).

    “Sebagaimana Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 KUHP jonto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juga Pasal 266 KUHP jonto Pasal 55 ayat (1) KUHP,”ucap Jaksa Damang saat membacakan surat dakwaannya pqda hari Selasa (14/01/2020)

    Jadi tanggapannya atas dakwaan JPU oleh ketua majelis hakim Pujo Saksono, para terdakwa melalui penasihat hukumnya untuk menyampaikan pengajuan melalui upaya hukum lain berupa nota keberatan (Eksepsi) jadi pada agenda sidang berikutnya. Akan “Eksepsi yang mulia,”kata Erles Rareral, penasihat hukum para terdakwa.

    Setelah cukup, hakim Pujo kemudian untuk menunda persidangan pada pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi. “Baik, jadi sementara sidang kita tunda pada pekan depan,” ucap Pujo dengan ketukan palu tanda sidang berakhir.

    Pemilik PT Zangrandi Prima Adi Tanumulia (alm) dan Jani Limawan (alm) merupakan pasangan suami istri yang memiliki tujuh anak kandung. Masing masing Sylvia Tanumulia, Robiyanto Tanumulia, Emmy Tanumulia, Willy Tanumulia, Ilse Radiastuti Tanumulia, Evy Susantidevi Tanumulia dan Grietje Tanumulia.
    Sebelum Adi Tanumulia dan Jani Limawan meninggal dunia mereka berdua mendirikan sebuah usaha PT Zangrandi Prima bergerak dalam bidang penjualan es krim dengan nama Zangrandi. Setelah Adi Tanumulia meninggal dunia, Usaha tersebut dilanjutkan oleh anak-anaknya, dan pada akhirnya usaha tersebut memiliki badan hukum dengan didirikannya PT. Zangrandi PRIMA berdasarkan Akta No. 29 tanggal 12 Pebruari 1998 tentang Akta Pendirian PT. Zangrandi Prima.

    PT. Zangrandi Prima memiliki 320 saham dengan harga Rp. 1.000.000/saham dan telah ditempatkan sebesar 80 saham, untuk 6 pemegang saham yang telah menyetorkan uang tunai sebagai bentuk kepemilikan saham. Adapun perinciannya, Sylvia sebanyak 20 saham, Robyanto Ichwan 10 saham, Emmy 10 saham, Willy 10 saham, Ilse Radiastuti 20 saham, dan Grietje 10 saham.

    Pada tanggal 12 Pebruari 1998, Sylvia Tanumulia membuat pernyataan sebagaimana dimaksud dalam Akta No. 31 tanggal 12 Pebruari 1998 tentang Surat Pernyataan yang dibuat dihadapan Susanti, S.H Notaris /PPAT di Surabaya. Dalam pernyataannya Sylvia mengaku dari 20 saham tersebut yang 10 saham adalah milik Evy Susantidevi.

    Dalam rapat umum pemegang saham RUPS, saham sebanyak 20 milik Sylvia (alm) dan Evy tersebut malah beralih kepada Willy (7) saham, Grietje (7) saham, dan Emmy (6) saham, sesuai dengan Surat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No : AHU-AH.01.03-0165811 tanggal 25 Agustus 2017. Dan hasil rapat tetap disahkan Fransiskus.

    Dengan Atas perbuatan para terdakwa, korban Evy Susantidevi merasa dirugikan karena saham miliknya ikut dibagikan dalam pengalihan saham.(Budi R )