Kepala Staf TNI Angkatan Darat Tegaskan Siap Jaga kedaulatan NKRI,

0
306

 

DERAP.ID. ||   Natuna  –  Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa menegaskan siap menjalankan apa pun kebijakan pemerintah untuk menjaga kedaulatan NKRI, termasuk Laut Natuna, Kepulauan Riau

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan bahwa kedaulatan Indonesia atas Pulau Natuna dan wilayah perairannya merupakan harga mati.

“Ya, ‘kan jelas, beliau (Presiden Joko Widodo) sudah katakan kedaulatan harga mati. Akan tetapi, jangan kita panas-panasi,” kata Prabowo terkait dengan arahan Presiden Joko Widodo atas Natuna.

Ketika ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (9/1), Prabowo menyebutkan wilayah teritorial adalah 12 mil dari garis pangkal kepulauan dan lebih dari itu merupakan zona ekonomi eksklusif.Untuk zona ekonomi eksklusif sendiri, lanjut dia, kapal internasional diperbolehkan untuk berlayar melaluinya.

“Nah, kalau eksploitasi ikan atau eksploitasi mineral, itu harus kerja sama, harus izin (kepada) kita,” kata Prabowo.
Dia menilai ketegangan yang terjadi karena insiden kapal-kapal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) masuk ke wilayah ZEE Indonesia dapat diselesaikan dengan negosiasi bilateral.

“Kita cool saja, selalu saya katakan,” kata Prabowo menambahkan. “Kami laksanakan kebijakan pemerintah. Apa pun kebijakan pemerintah yang dibuat dalam hal ini Natuna, kami siap melaksanakan,” kata Andika di Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (10/1).

Jenderal Andika mengatakan, terlepas dari persoalan konflik perbatasan di perairan Natuna, selama ini personel TNI dengan berbagai satuan yang ada telah hadir untuk menjaga kedaulatan negara di kawasan Natuna.

“Sementara bukan dalam insiden ini kemudian kami Datang, itu nggak bener. Kan banyak Prajurit TNI AD ‘kan ada di seluruh Negara Republik Indonesia,” katanya untuk menegaskan.

Andika Perkasa mengatakan, karena jumlah prajurit TNI AD sudah cukup banyak tersebar di wilayah Natuna, maka tidak ada penambahan kekuatan militer secara permanen di kawasan itu.

“Kalau permanen enggak ada karena memang di sana (TNI AD) sudah cukup dan terlalu banyak sekali ,” kata KASAD Andika Perkasa. ( Budi R ).